Supiah Narawena (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Supiah Narawena, Amd.Keb Sekertaris, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3AP2KB) Kabupaten Mimika mengatakan, program stunting  terakhir di Tahun 2024 ini.

Hal tersebut seperti apa yang disampaikan oleh orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo.

Tapi untuk pemerintahan  ini namun, selanjutnya kita belum tahu apakah memang mau dilanjutkan sama pemerintahan yang baru atau seperti apa.

“Untuk itu program yang dikeluarkan oleh BKKBN Pusat yang bekerjasama dengan provinsi dan daerah, tahun ini adalah intervensi serentak dimana kegiatan yang melekat di seluruh lini (Lintas Sektor),”katanya saat ditemui Timika eXpress, Selasa (25/6).

PKB, PL-KB Kader KB, Kader Posyandu, tim pendamping keluarga, pengurus PKK, distrik, kelurahan dan kampung semua akan dilibatkan dan dikhususkan untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat di lini-lini titik lokus.

“Jadi, semua daerah dijalankan lokus,” tandasnya.

Supiah mengatakan, jika menyangkut data dari Dinas Kesehatan, Mimika sudah melampaui target (sudah turun) 8 persen hanya saja, data dari pusat menggunakan sistem Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) data yang berdasarkan survey, yang dilakukan oleh pusat.

Jadi, jika di Mimika ini daerah yang sudah dihitung angka stunting akan dilewati, dan sudah tidak termasuk lagi, sementara dari pusat ini mengambil rata.

Sementara dalam perhitungan di Mimika masih 30 persen, padahal kita sudah turun?,” pungkasnya. (kay)