AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (FOTO: GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Kepolisian Resor (Polres) Mimika mengungkap kronologis aksi perampokan dan penyanderaan yang terjadi di kawasan Kali Wania, Jalan Tenas DWJ SP 3, Distrik Kuala Kencana, Mimika-Papua Tengah, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIT.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengatakan peristiwa bermula saat para korban bersama keluarga datang ke lokasi menggunakan mobil pick up untuk berenang.
Namun setibanya di lokasi, sekitar 16 orang tak dikenal (OTK) tiba-tiba keluar dari semak-semak sambil membawa senjata tajam berupa parang dan panah, lalu menghadang kendaraan korban.
“Korban ini satu keluarga baru tiba di TKP, kemudian keluar dari semak-semak sekitar 16 OTK dan terjadilah aksi kejahatan itu,” ujar Kapolres kepada awak media di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Selasa (26/5/2026).
Para pelaku kemudian mengerumuni kendaraan korban dan merampas sejumlah barang berharga seperti telepon genggam serta barang pribadi lainnya.
Dua orang pelaku juga memaksa korban turun dari mobil dan menyeretnya ke sebuah rumah kosong di sekitar lokasi.
Tidak lama kemudian, korban berhasil keluar dan melarikan diri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Mimika.
Kapolres menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait dugaan adanya tindak kekerasan seksual terhadap korban.
Hingga kini, korban belum dapat dimintai keterangan secara langsung karena masih mengalami trauma.
“Korban ada tiga perempuan. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarga karena korban belum bisa dimintai keterangan akibat trauma,” jelasnya.
Selain memeriksa keluarga korban, polisi juga meminta keterangan dari seorang pria yang turut menjadi korban di lokasi kejadian.
Korban tersebut diketahui sempat dihadang dan dianiaya oleh sekelompok orang saat melintas di kawasan Kali Wania dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.
“Ada satu orang lain yang juga kami mintai keterangan. Dia sempat dihadang dan dianiaya di lokasi. Kami masih mendalami apakah ada kaitannya dengan kelompok 16 OTK tersebut atau tidak,” pungkasnya. (via)














Tinggalkan Balasan