CEK JARINGAN — Petugas PLN melakukan pengecekan jalur jaringan listrik menuju kawasan Paieve, Mile 21, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, untuk mendukung pengembangan permukiman dan kawasan wisata, Senin (7/10/2026). (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — PT PLN (Persero) berencana memperluas jaringan listrik hingga kawasan Paieve, Mile 21, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.

Perluasan jaringan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan permukiman sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata.

Rencana itu menyusul permohonan Pemerintah Kampung Nawaripi serta hasil survei bersama Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UP2K) Papua Tengah dan PLN UP3 Timika, Senin (7/10/2026).

Jaringan listrik akan dibentangkan dari kawasan perumahan di samping Gereja GKI menuju Paieve.

Berdasarkan hasil pemantauan, permukiman di sepanjang jalur tersebut terus berkembang.

Sejumlah lokasi juga mulai dimanfaatkan sebagai tujuan wisata, mulai dari wisata rohani, wisata alam perairan hingga tempat pemancingan.

Supervisor Perencanaan Listrik Desa UP2K Papua Tengah, Viktori Bunganonggal mengatakan ketersediaan listrik menjadi kebutuhan dasar bagi pertumbuhan permukiman dan kegiatan ekonomi.

“Sepanjang jalur tersebut terus bermunculan rumah-rumah warga, begitu pula tempat-tempat wisata yang mulai dikunjungi. Karena itu, perluasan jaringan ini tidak bisa ditunda lagi dan harus dipercepat,” ujarnya.

Asisten Manager Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Timika Karel Erice Jaru mengatakan PLN siap bersinergi untuk merealisasikan rencana tersebut.

Menurut dia, pembangunan jaringan sejak awal akan memudahkan pelayanan bagi warga maupun pengelola tempat wisata yang membutuhkan sambungan listrik.

“Apabila jaringan sudah terpasang lebih dulu, setiap permohonan sambungan baru dari warga maupun pengelola tempat wisata dapat kami penuhi dengan cepat dan tepat waktu,” katanya.

Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun menyambut baik rencana PLN tersebut.

Ia mengatakan ketiadaan jaringan listrik selama ini menjadi kendala bagi warga, ,termasuk empat unit rumah yang telah diresmikan Bupati Mimika Johannes Rettob tetapi belum dapat ditempati karena belum tersedia pasokan listrik.

Norman berharap pembangunan jaringan dapat direalisasikan tahun ini atau paling lambat awal 2027.

“Kami menginginkan pekerjaan ini segera dimulai agar warga dapat menempati rumah mereka dan pengembangan kawasan wisata Mile 21 dapat berjalan. Selama ini keluhan paling banyak datang soal belum adanya aliran listrik sama sekali di wilayah kami,” ujarnya.

Perluasan jaringan listrik tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan permukiman di Mile 21, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisatsa dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP