FOTO BERSAMA – Ketua TP. PKK Distrik Mimika Timur, Yuliana Beanal saat foto bersama dr Vinny, E. S. Sompotan dan ibu-ibu kader Posyandu di Mimika Timur, Senin (1/7). (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Distrik Mimika Timur menggelar sosialisasi dengan tema “Peduli Penanggulangan dan Pencegahan Stunting dan Gizi Buruk” dengan sub tema “Ciptakan Generasi Sehat, Cerdas, Aktif dan Produktif”.
Sosialisasi digelar di aula Kantor Distrik Miktim, Senin (1/7) yang dibuka oleh Kepala Distrik Mimika Timur, Oktovianus Kum, dengan dihadiri Ketua TP-PKK Distrik Mimika Timur, Yuliana Beanal, perwakilan Puskesmas Mapurujaya, dr Vinny Erna Stefani Sompotan, Fauzan Aditya, dan para kader Posyandu se-Distrik Mimika Timur.
Ketua PKK Distrik Mimika Timur, Yuliana Beanal dan sambutannya mengatakan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi dalam jangka panjang.
“Ada 3 kunci yang kita perhatikan yaitu pola asuh, perbaikan pada makanan dan perbaikan sanitasi,” jelasnya.
Selain itu, Yuliana juga menambahkan bahwa sosialisasi Stunting sangat penting dalam upya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk Stunting pada pertumbuhan anak.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta Stunting dan penyebab gejalanya melalui program Pemerintah dalam penanganan dan pencegahan Stunting,” jelasnya.
Yuliana pun mengajak kerjasama terhadap semua pihak agar anak-anak di Distrik Mimika Timur terhindar dari Stunting.
“Mari kita bekerjasama agar keluarga kita terhindar dari Stunting dengan saling mengingatkan pentingnya kesehatan dan rutin melakukan pemeriksaan bagi ibu hamil dan bayi balita ke Puskesmas atau Posyandu terdekat di Mimika Timur,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Puskesmas Mapurujaya, Fauzan Aditya dalam menyampaikan materi mengatakan bahwa intervensi sensitif penurunan Stunting banyak terjadi di kalangan masyarakat.
“Intervensi sensitif Stunting meliputi jamban sehat, sanitasi, dan persalinan atau ibu yang ingin melahirkan harus datang ke Puskesmas Mapurujaya bukan harus melahirkan di rumah,” jelasnya.
Fauzan pun menegaskan bahwa banyak masyarakat di Distrik Mimika Timur terkadang ketika buang air besar bukan pada tempatnya.
“Banyak masyarakat yang belum sadar dan terkadang buang air besar secara sembarangan. Hal itu merupakan bagian dari intervensi spesifik guna menurunkan angka Stunting di Mimika Timur,” jelasnya.
Dengan diberikan materi tersebut, Fauzan pun berharap agar ibu-ibu Kader dan masyarakat di agar dapat memperhatikan hal tersebut dan bisa dilakukan di lima kampung dan satu kelurahan di Mimika Timur.
“Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 149 Tahun 2022 tentang tim percepatan penurunan stunting agar segera dibentuk ditingkat distrik, karena itu turun dari kabupaten. Hal inilah menjadi payung bagi kita dalam memantau Stunting di tingkat Kampung berjalan dengan maksimal atau tidak,” jelasnya.
Selain itu, Fauzan pun mengajak para kepala kampung agar ikut serta dalam penurunan angka stunting di Mimika Timur.
“Untuk kepala-kepala kampung agar dapat bekerjasama dengan baik bersama tim guna menurunkan angka stunting di Mimika Timur,” harapannya.(glt)















Tinggalkan Balasan