KOMPOS – Pelajar SMP Negeri 4 Mimika, Papua  Tengah sedang membuat kompos dari penerapan metode Project Based Learning (PJBL). (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pihak SMP Negeri 4 Mimika, Papua  Tengah menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) atas seizin Dinas Pendidikan (Disdik) sejak 2023 lalu lantaran  menjadi salah satu sekolah binaan dari PT. Trakindo melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bentuk kerja sama dari program CSR PT. Trakindo, ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru, terlebih para peserta didik di sekolah tersebut sebagai inspirasi dan solusi.

Adapun pembelajaran berbasis proyek mengedepankan pendekatan pedagogis, di mana para pelajar belajar dengan aktif dan terlibat dalam proyek-proyek yang berhubungan dengan dunia nyata.

Proyek-proyek ini dirancang untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan permasalahan kompleks, yang memungkinkan para pelajar dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari dalam konteks yang nyata.

“Kami guru menjadi fasilitator, memberikan panduan dan dukungan yang diperlukan agar siswa dapat mengerjakan proyek dengan efektif”.

Demikian dikatakan Marico Yacobus, S.Pd, guru Bahasa Indonesia pada SMP Negeri 4 Mimika melalui rilis yang diterima Timika eXpress, Kamis (4/7/2024).

Model pembelajaran ini, oleh para guru memberikan pertanyaan pemantik sehingga para pelajar menemukan rasa ingin tahu dan antusiasme dalam menggali betapa pentingnya masalah sampah serta mencari solusi dalam penanganannya.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan manfaat bagi kehidupan pelajar di sekolah dan masyarakat.

Dari ssi lingkungan SMP Negeri 4 Mimika, lanjut Marico, banyak pohon-pohon besar dan rumput yang bisa dijadikan atau menghasilkan sampah organik.

Dengan demikian para pelajar dapat melakukan penelitian sekaligus uji coba pengolahan sampah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat sebagai project pembelajarannya.

Dalam proses ini, lanjut  Marico, tentu pihaknya menggandeng kerja sama dengan pihak terkait, yaitu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian sebagai narasumber dalam mendukung dan memperkaya proses PJBL.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, karena dengan berjalannya waktu, kami disambut baik dari setiap instansi yang terlibat dan mensuport dari segi pengetahuan bahkan bisa berkunjung ke sekolah kami untuk melihat  langsung proses pembuatan pupuk kompos dan dinyatakan berhasil,” ujarnya.

Tidak kalah penting adalah dukungan dan kerja sama dari kepala sekolah, dewan guru serta staf dan seluruh warga sekolah.

“Besar harapan kami, PBJL tidak berhenti disini tepi terus berkelanjutan dengan berbagai macam program atau project, sehingga hasil penelitiannya bermanfaat serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi pelajar SMP Negeri 4 Mimika khususnya dan seluruh peserta didik di Mimika,” demikian Marico. (vis)