ARSIP– Suasana peluncuran Program PASTI-Papua di Timika, Papua Tengah.( FOTO: HO-PTFI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua Tengah mengatakan bahwa intervensi untuk menurunkan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan holistik bersama multipihak dan multisektor.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika Petrus Yumte melalui keterangan tertulis di Timika, Selasa, mengatakan bahwa pemerintah setempat berkomitmen menurunkan angka stunting menjadi di bawah 14 persen pada akhir tahun ini.

“Kami mengharapkan dengan adanya Program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI-Papua) yang melibatkan multipihak akan dapat menurunkan angka stunting di Mimika,” katanya.

Menurut Petrus, pendekatan strategi dan perubahan perilaku dapat mendorong penerapan pemberian air susu ibu (ASI), praktik pola makan sehat dan nutrisi tepat sesuai konteks lokal akan mendukung penurunan stunting.

“PASTI-Papua akan meningkatkan kualitas praktik kesehatan gizi berbasis masyarakat melalui pendekatan intervensi tokoh masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas dan meningkatkan kapasitas kelembagaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, intervensi pertama yakni komunikasi perubahan perilaku sosial yang melibatkan tokoh masyarakat, kedua meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas melalui penguatan pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi, komprehensif, dan preventif bagi ibu, anak dan remaja.

“Ketiga yakni mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola kolaboratif di antara pemangku kepentingan dalam mewujudkan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN-PASTI) di tingkat sub-nasional hingga penguatan mitra lokal,” katanya lagi. (ant)