FOTO BERSAMA — Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Fransiskus Bokeyau bersama Plh. Kepala Dinas Kesehatan Marselino Mameyau dan peserta rapat koordinasi penyusunan SK Bupati tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Mimika, Selasa (6/10/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Pemerintah Kabupaten Mimika mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi gerakan bersama lintas sektor.

Upaya itu dibahas melalui rapat koordinasi penyusunan naskah Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Germas Tahun 2026.

Rapat dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, mewakili Bupati dan Wakil Bupati Mimika, serta dihadiri kepala perangkat daerah, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, serta pemangku kepentingan terkait.

Pembahasan mencakup landasan hukum, pembagian peran, serta mekanisme pelaksanaan Germas di Kabupaten Mimika.

Kebijakan ini dinilai penting untuk menghadapi berbagai persoalan kesehatan, seperti penyakit menular dan tidak menular, masalah gizi dan stunting, kesehatan lingkungan, rendahnya aktivitas fisik, pola konsumsi tidak sehat, serta perilaku berisiko.

Fransiskus menegaskan kesehatan merupakan modal utama pembangunan daerah.

Karena itu, Germas tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah.

“Jangan sampai Germas hanya menjadi kebijakan di atas kertas, melainkan harus benar-benar diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan nyata. Pembangunan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah secara menyeluruh; masyarakat yang sehat adalah modal utama mewujudkan Mimika yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.

Menurut Fransiskus, SK Bupati nantinya menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam menjalankan peran dan tanggung jawab, termasuk pemantauan dan pelaporan agar pelaksanaan Germas berjalan terarah dan berkelanjutan.

Ia meminta peserta memberikan masukan konkret untuk menyempurnakan naskah sebelum memasuki tahap sinkronisasi dan harmonisasi.

Sinergi antarinstansi juga diperlukan agar penanganan persoalan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara terpadu.

“Kami berharap rapat ini menghasilkan rumusan yang baik, terukur, dapat dilaksanakan, dan bermanfaat nyata bagi warga. Komitmen bersama adalah kunci keberhasilan Germas di Mimika,” ujarnya.

Dengan regulasi tersebut, Germas diharapkan memiliki arah yang jelas dan menjadi gerakan bersama untuk mendorong masyarakat Mimika hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP