Plh. Kepala BPBD Mimika Fransiskus Bokeyau. (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk serta potensi banjir saat memasuki musim hujan.
Kondisi kualitas udara yang berlangsung hampir sepekan terakhir terus dipantau BPBD melalui Pusat Pengendalian Data dan Informasi.
Pemantauan dilakukan di seluruh wilayah Mimika, mulai dari pegunungan, pesisir, wilayah timur hingga barat.
Plh. Kepala BPBD Mimika, Fransiskus Bokeyau, mengatakan kondisi tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan peristiwa alam.
Meski demikian, pemantauan dan langkah antisipasi tetap dilakukan untuk melindungi masyarakat.
“Kami pantau kondisi ini secara menyeluruh. Kejadian ini kemungkinan besar peristiwa alam, bukan ulah manusia. Kita tidak dapat mengendalikannya, tetapi kita bisa memantau dan bersiap,” ujar Fransiskus.
BPBD juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan perangkat daerah terkait untuk menyiapkan kebijakan bersama.
Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni membagikan masker kepada warga sebagai perlindungan dasar terhadap paparan udara tercemar.
Selain kualitas udara, BPBD mewaspadai potensi banjir seiring peralihan dari musim kemarau panjang ke musim hujan.
Kondisi tanah yang kering dinilai dapat membuat air hujan lebih sulit terserap sehingga hujan dalam durasi singkat berpotensi memicu genangan dan banjir.
Risiko tersebut semakin besar apabila saluran air tersumbat sampah.
Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan memastikan saluran drainase tidak dipenuhi sampah.
“Surat edaran resmi belum diterbitkan, namun kami mengimbau warga membersihkan saluran air dari sampah agar air dapat mengalir lancar.
Kesiapsiagaan sudah disiapkan dan koordinasi terus diperkuat,” katanya.
BPBD Mimika berharap keterlibatan masyarakat dan sinergi lintas sektor dapat mengurangi dampak pencemaran udara sekaligus mengantisipasi risiko banjir pada awal musim hujan. (*)








Tinggalkan Balasan