MIMIKA, timikaexpress.id — Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia menggelar pameran lingkungan hidup di pelataran Eme Neme Yauware, Mimika, Papua Tengah, Jumat (5/6/2026).
Melalui momentum Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema ”Saatnya Bekerja Untuk Iklim”, seluruh elemen masyarakat diajak mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian alam, terutama dalam penanganan sampah plastik.
Sebelum puncak acara pameran, panitia telah melaksanakan rangkaian aksi pemulihan ekosistem sejak 8 Mei 2026. Aksi nyata tersebut meliputi penanaman 500 bibit pohon di sejumlah fasilitas umum, kegiatan jalan santai bersih kampung, serta pelepasan liar (restocking) 10.000 benih ikan barramundi dan 1.000 induk kepiting bakau di kawasan sungai Kampung Tipuka, Distrik Mimika Timur.
Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan, peringatan ini harus menjadi momentum krusial bagi pemerintah, industri, dan masyarakat untuk merefleksikan kembali komitmen menjaga alam Mimika. Ia menyoroti tantangan pengelolaan sampah modern yang memerlukan sinergitas kolektif.
”Kami telah membuat surat edaran terkait pembatasan penggunaan plastik, tetapi di lapangan masih ada masyarakat yang menggunakan plastik dan membuang sampah sembarangan. Kita betul-betul harus punya komitmen untuk menjaga tanah Amungsa yang kita cintai ini,” ujar Johannes.
Ia berharap pameran ini dapat menjadi media edukasi yang efektif, khususnya bagi generasi muda.
Pameran ini juga bertepatan dengan peluncuran program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh pemerintah daerah sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas lingkungan hidup berbasis komunitas.
Sejalan dengan komitmen tersebut, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengusung tema internal ”Be the Solution, Not the Pollution, Recycle and Consume”.
Direktur and Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma menjelaskan, korporasi tengah mengembangkan program pengelolaan sampah spesifik di area pemukiman karyawan Kuala Kencana menuju target Zero Waste.
”Sejak awal tahun 2026, kami menyelenggarakan program penukaran sampah berhadiah di wilayah kerja. Kami optimistis target bebas sampah (zero waste) dapat segera tercapai melalui penguatan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle),” kata Claus.
Menurut Claus, agenda tahunan bersama Pemkab Mimika ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang kolaborasi untuk mempertemukan pemangku kebijakan, dunia usaha, dan komunitas dalam aksi iklim yang nyata. (*)















Tinggalkan Balasan