KACA PECAH – Mobil Maxim jenis Toyota Calya bernomor polisi PT 1341 L mengalami pecah kaca belakang bagian kiri setelah dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Jalan Poros Mile 32–28, Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Sabtu (18/7/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sebuah mobil Maxim jenis Toyota Calya bernomor polisi PT 1341 L menjadi sasaran aksi pelemparan batu yang diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Jalan Poros Mile 32–28.
Kejadian tepatnya di dekat pangkalan ojek Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIT.
Akibat kejadian tersebut, kaca belakang sebelah kiri kendaraan pecah.
Sementara pengemudi bernama Ardi berhasil menyelamatkan diri dengan mengarahkan mobil ke Mako Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah di Mile 32.
Kapolsek Kwamki Narama, IPTU Yusak Sawaki, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar. Kendaraan mengalami kerusakan akibat lemparan batu, sedangkan pengemudinya berhasil menyelamatkan diri ke Asrama Brimob Yon B,” ujarnya.
Menurut Kapolsek, saat kejadian korban sedang dalam perjalanan dari Kota Timika menuju Asrama Brimob Mile 32 untuk menjemput seorang dokter.
Setibanya di lokasi kejadian, korban diduga dihadang oleh sekelompok OTK yang berusaha memalang kendaraan.
Namun korban memilih terus melaju sehingga para pelaku melempari mobil menggunakan batu sambil mengejar dengan sepeda motor.
“Karena korban tidak berhenti, pelaku kemudian melakukan pelemparan batu dan mengejar kendaraan korban menggunakan sepeda motor,” jelasnya.
Korban kemudian memacu kendaraannya menuju Asrama Brimob.
Saat mendekati Mile 32, para pelaku menghentikan pengejaran dan berbalik arah.
Sesampainya di Mako Brimob, korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas jaga.
Laporan itu kemudian diteruskan kepada personel Polsek Kwamki Narama.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kwamki Narama segera menuju lokasi untuk melakukan penyisiran dan mencari keberadaan para pelaku.
Namun hingga penyisiran selesai, petugas belum menemukan pelaku maupun warga di sekitar tempat kejadian.
Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi pemalangan dan perusakan kendaraan tersebut. (via)















Tinggalkan Balasan