TIMIKA,timikaexpress.id — Masyarakat adat dari Kampung Tsinga, Waa Banti, dan Aroanop (Tsingwarop) menggelar aksi damai di depan Kantor YPMAK pada Senin (17/11/2025).

Aksi ini dilakukan sebagai upaya mendorong dilanjutkannya dialog terkait pembahasan kompensasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Ketua LMA Tsingwarop, Arnold Beanal, mengatakan bahwa masyarakat berharap tindak lanjut atas kesepakatan dalam dokumen AMDAL 2023 dapat segera dibahas bersama.

Ia menyebut pemerintah, termasuk KLHK, telah beberapa kali memfasilitasi pertemuan, namun pembahasan belum mengarah pada keputusan final.

“Kami hanya berharap ada pertemuan resmi agar semuanya lebih jelas,” ujarnya.

Koordinator lapangan, Litinus Niwilingame, menambahkan bahwa masyarakat ingin berdialog langsung dengan pihak berwenang dari perusahaan.

Ia mengatakan masyarakat siap menunggu di lokasi aksi dengan tertib hingga ada kepastian mengenai jadwal pertemuan.
“Tujuan kami sederhana: kami ingin duduk bersama dan membicarakan masa depan masyarakat,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan LMA menyebut bahwa PTFI masih belum memberikan tanggapan atas permohonan tersebut. (via)