Onna Bunga (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Curah hujan yang meningkat di Timika membuat penyakit malaria di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Mimika-Papua Tengah pada bulan Juli 2024 mencapai 411 kasus.
Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga kepada Timika eXpress di Jalan Baru pada Sabtu (3/8) mengatakan kasus malaria sangat tinggi, karena berdasarkan data 10 besar penyakit pada bulan Juli 2024 kemarin, kasus malaria masih lumayan banyak.
Kendati demikian ini justru turun dibandingkan dengan Juni 2024 itu yang mencapai 670 kasus.
Onna menyebutkan bahwa selain kasus malaria, kasus ISPA juga mengalami penurunan yaitu bulan Juni ada 277 kasus, sedangkan bulan Juli turun menjadi 252 kasus.
Kemudian penyakit Common Cold pada Juli ada 74 kasus, Vulnus 74, Dyspepsia 52, Hipertensi Esensial 47, Diare 41, Myalgia 40, Abses 25, dan Dermatitis kontak alergi ada 21 kasus.
Guna menekan kasus malaria di wilayah Distrik Mimika Timur, para tenaga medis di Puskesmas Mapurujaya secara intens turun ke lima kampung dan satu kelurahan guna memberikan penyuluhan dan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat, baik itu di Kampung Mware, Kaugapu, Hiripau, Poumako, Tipuka serta Kelurahan Wania untuk lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat supaya terhindar dari kasus malaria dan sembilan jenis penyakit lainnya.
“Kami sudah mengarahkan ibu-ibu Kader dari masing-masing kampung agar mengecek pasien-pasien yang positif malaria, jika ditemukan maka pasien wajib berobat ke Puskesmas dan wajib minum obat pertama kali di depan petugas. Kemudian ibu-ibu kader yang akan melakukan pemantauan terhadap obat-obat yang akan diminum oleh pasien pasien ersebut,” terangnya.
Walaupun demikian, Onna berharap adanya kepedulian dari masyarakat di lima kampung dan satu kelurahan di Distrik Mimika Timur dalam rangka mendukung Pemkab Mimika dalam meminimalisir penyakit malaria, termasuk jenis penyakit lainnya di Timika. (glt)















Tinggalkan Balasan