ILUSTRASI – Tampak salah satu kampung di distrik yang ada pesisir Pantai Kabupaten Mimika (FOTO: ANTARA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Kasus malaria di Atuka akhir-akhir ini mengalami penigkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan temuan petugas kesehatan setempat, kasus malaria di Atuka disebakan rurlisasi.
Ruralisasi sendiri adalah proses perpindahan penduduk dari suatu daerah di perkotaan yang padat penduduknya ke daerah lain di pedesaan yang masih jarang penduduknya.
Tobias Ba’ka, Kepala Distrik Atuka saat ditemui di Hotel Horison Diana, Jumat (19/9/2024) menuturkan, untuk angkanya sendiri tidak bisa dipastikan, namun datanya ada di petugas kesehatan Puskesmas setempat.
“Bisa dicek di Puskemas Atuka, tetapi informasi yang saya terima, dari petugas kesehatan, memang kasus malaria tinggi, tetapi mereka yang sakit malaria bukan masyarakat Atuka yang tinggal menetap di sana, tetapi warga dari kota melakukan perjalanan ke Atuka,” ucap Tobias.
Saat ini jumlah penduduk Atuka kurang lebih 3.000 jiwa, yang tersebar di kampung Aikawapuka, Kamora, Tiwaka dan Kekwa , jarak setiap kampung cukup jauh, sehingga masing-masing kampung telah dibangun Pustu, sedangkan untuk ibu kota distrik terdapat satu Puskemas
“Pelayanan kesehatan berjalan baik, petugas kesehatan terus melakukan pendampingan kepada warga yang terkena malaria, selama masa pengobatan,” ucap Tobias.
Selain memberikan pendampingan, petugas kesehatan juga melakukan pembagian kelembu gratis, sekaligus memberikan makanan tambahan melalui program pemberantasan stunting.
“Untuk pelayanan kesehatan di Atuka sangat baik, tidak ada kendala, dengan memberikan sosialisasi, wargapun kini sudah sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan minum obat teratur hingga tuntas,”pungkasnya (ela)









Tinggalkan Balasan