FOTO BERSAMA – Leonardus Tumuka, Ketua Pengurus YPMAK foto bersama tim, ketua Pokja serta masyarakat Potowaiburu saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), monitoring pengurus YPMAK dan press tour (kunjungan pers) di Distrik Mimika Barat Jauh pada Rabu (19/3/2025) (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Suku Amungme dan Kamoro  (YPMAK) selaku organisasi pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), monitoring Pengurus  YPMAK dan Press Tour di sejumlah wilayah pesisir, mulai Potowaiburu, Lakahia, Omba Nariki, Werifi dan Uta

Agenda yang dilaksanakan selama empat hari sejak Rabu (19/3) hingga Sabtu (22/3), ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka.

selama Kunker Dr. Leonardus didampingi oleh Oktovianus Jangkup selaku Pj Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi, Frengki Wanmang, Deputi Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Monitoring dan Evaluasi, Wakil Ketua Pengurus Bidang Monev-Haotje Watori, Kepala Divisi Monev Program Ekonomi-Monika Maramku, serta Kepala Dievisi Humas Yeremias Imbiri dan tim Divisi Humas YPMAK.

Turut serta Isidores Tenama selaku Kepala Kampung Potowaiburu, Freddy Sony Atiamona selaku tokoh masyarakat Suku Kamoro, tokoh pemuda Suku Kamoro, serta 11 media mitra YPMAK.

Dalam lawatannya ke lima wilayah di pesisir selatan Mimika, yang dimulai dari Potowaiburu, tim Pengurus YPMAK ingin memantau secara langsung potensi serta memastikan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus memperkuat tungku pelayanan, yaitu kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi  dan kearifan lokal budaya setempat.

Untuk selanjutnya YPMAK akan merancang program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, secara khusus di sektor perikanan.

Dr. Leo Tumuka kerap ia disapa menyatakan Potowaiburu memiliki sumber daya perikanan yang potensial, namun kendala yang dihadapi masyarakat sudah sekian lama adalah soal pemasaran, biaya produksi dan harga jual.

“Komitmen kami menjawab keluhan masyarakat adalah melalui realisasi program-program yang terarah. Salah satunya melaksanakan program pendidikan atau pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan agar kualitas hidip masyarakat Potowaiburu  lebih baik dan mandiri,” ujarnya.

Saat berbincang bersama warga setempat, Leo Tumuka, mengatakan Kunker bersama tim adalah yang pertama pasca dilantik.

“Saya bilang ke teman-teman, saya tidak akan ke kampung lain kalau belum ke Potowaiburu untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat yang bisa dibantu YPMAK dalam bentuk program-program yang terarah dan fokus,”ungkapnya.

Ia pun bersyukur dengan pemerintahan baru bersama Bupati dan Wakil Bupati Mimika terpilih, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong yang segera dilantik, diyakininya bisa membawa perubahan bagi masyarakat di pesisir maupun pedalaman Mimika.

“Saya mau kampung jadi kuat dengan program-program YPMAK melalui dana CSR dari Freeport, masyarakat diberdayakan dan ke depan bisa hidup mandiri. Karena kami ingin menciptakan iklim ekonomi yang lebih baik dan sehat, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Potowaiburu,” paparnya.

Diharapnya pula, melalui Kolompok Kerja (Pokja) kampung, diharapkan anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Potowaiburu.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Suku Kamoro, Fredy Soni Atiamona, menekankan pentingya menjaga kearifan lokal dan menghargai budaya sebagai landasan pijak membangun kerukunan, persatuan dan kesatuan.

Ia juga menekankan pentingnya nilai luhur yakni kerja keras, sabat, gigih dan jujur agar menjadi panutan sebagaimana sosok Dr. Leonardus Tumuka, putra Kamoro yang diidolakan.

Selanjutnya, Kepala Kampung Potowaiburu, Isidores Tenama, terlebih dahulu mengapresiasi kunjungan tim Pengurus YPMAK ke kampungnya.

Menyikapi kendala yang dihadapi masyarakat terkait pemasaran hasil perikanan, diharapnya melalui koordinasi multipihak termasuk YPMAK, ke depan masyarakat ikut berperan aktif dalam berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga kendala yang dhadapi kini bisa teratasi.

“Harapan saya, masyarakat terlibat langsung dan aktif dalam program-program yang dirancang dan dilaksanakan oleh YPMAK,” seru Isidores yang juga Ketua Pokja  Kampung Potowaiburu.

Pada kesempatan itu pula, Monica Maramku selaku Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Ekonomi YPMAK,  menjelaskan  soal pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, ini supaya masyarakat memperoleh pendapatan yang stabil  dan pasti.

“Warga Potowaiburu harus berperan aktif dari gagasan dan ide termasuk proposal untuk pengembangan ekonomi sehingga bisa hidup mandiri. Tentu upaya yang dilakukan akan didukung penuh oleh YPMAK melalui kerja sama yang baik dan saling mendukung.

Monica menambahkan, dengan pemerintahan baru yang segera dilantik, dan melalui kolaborasi apik antara YPMAK, pemerintah dan masyarakat, diyakni  pemberdayaan bahkan kualitas hidup masyarakat Kampung Potowaiburu ke depan lebih baik dan terus meningkat.

“Karena komitmen YPMAK adalah mendukung pembangunan berkelanjutan, dengan fokus utama peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pelestarian budaya lokal. (eno)