SAKRAMEN – Sekjen Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Sriyanto, SCJ memberikan Sakramen Krisma kepada umat Katolik dalam perayaan Hari Pentakosta di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Minggu (24/5/2026). (GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id –  Sebanyak 211 umat Katolik menerima Sakramen Krisma dalam perayaan Hari Pentakosta di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Minggu (24/5/2026).

Perayaan Ekaristi yang berlangsung pukul 09.00 WIT itu dipimpin Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Sriyanto, SCJ, didampingi Pastor Benyamin Magai, Pr.

Sakramen Krisma atau Sakramen Penguatan merupakan sakramen inisiasi ketiga dalam Gereja Katolik yang menyempurnakan rahmat pembaptisan.

Melalui pengurapan minyak suci dan penumpangan tangan, umat dikuatkan oleh Roh Kudus agar mampu menjadi saksi Kristus yang dewasa dalam iman dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Dalam khotbahnya, Pastor Andreas mewakili Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menyampaikan bahwa Hari Raya Pentakosta menandai berakhirnya masa Paskah, sekaligus menjadi momentum umat untuk merenungkan wafat dan kebangkitan Kristus sebagai puncak keselamatan manusia.

“Kita semua yang dibaptis menjadi satu tubuh dalam satu Roh, menjadi satu keluarga dan satu kesatuan. Roh Kudus yang diutus ke dalam Gereja sungguh mempersatukan kita satu sama lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Roh Kudus bukan hanya hadir di masa lalu, tetapi terus hidup dan berkarya dalam kehidupan umat hingga saat ini.

“Tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Tetapi dengan Roh Allah, kita dapat mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan,” katanya.

Menurutnya, melalui pengurapan suci, para krismawan telah dikukuhkan menjadi anggota penuh Gereja Kristus yang membawa konsekuensi dalam kehidupan iman.

Pertama, para krismawan diharapkan semakin dipenuhi Roh Kudus sehingga mampu hidup selaras dan serupa dengan Kristus.

Kedua, semakin teguh dalam iman dan bangga sebagai umat Katolik.

Ketiga, para krismawan diharapkan menjadi saksi kebangkitan Kristus, tidak hanya lewat kata-kata, tetapi juga melalui kehidupan dan karya nyata.

Keempat, mereka diharapkan semakin sadar akan tanggung jawab terhadap kehidupan Gereja dengan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan menggereja.

Usai khotbah, perayaan dilanjutkan dengan upacara penerimaan Sakramen Krisma dan Ekaristi Kudus. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP