FOTO BERSAMA – Hermalina W Imbiri, Kepala DP3AP2KB Mimika didampingi Amelia Ibo Amd, Kepala Seksie Jaminan ber-KB bersama pegawai saat berfoto bersama dengan pegawai di halaman Puskesmas  Timika pada, Selasa (4/6). (FOTO: ELISA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Memperingati Hari Keluarga Nasional yang ke 31, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) menggelar pelayanan KB serentak dalam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di setiap fasilitas kesehatan di Kabupaten Mimika.

Pelayanan KB tersebut dibuka secara langsung oleh Hermalina W Imbiri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Mimika, didampingi  Amelia Ibo Amd, Kepala Seksie Jaminan ber-KB bersama pegawai dan jajarannya di Puskesmas Timika, Kelurahan Dingo Narama Distrik Mimika Baru, dilanjutkan di Puskesmas Wania, Kelurahan Kaomo Jaya SP1 Distrik Wania, dan Puskesmas Jili Yale Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana pada Selasa (4/6).

Hermalina W Imbiri, dalam kegiatan tersebut menyampaikan, dalam pelaksanaan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Selasa-Rabu (4-5/6) yang tentunya merupakan program dari pemerintah.

“Pelaksanaan pelayanan KB secara serentak yang digagas ini adalah kebutuhan akan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur bisa terpenuhi, hal ini juga dimaksudkan untuk melindungi kehamilan yang beresiko,” ucapnya.

Hermalina mengatakan, melihat dari animo ibu-ibu semakin meningkat, dalam pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang tersebut yakni pemasangan Intra Uterine Device (IUD), dan pemasangan implan. Dalam proses pemasangan tidak  dipungut biaya alias gratis.

Pihaknya juga telah mempersiapkan dan bekerjasama dengan Puskesmas dan SDM untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi.

“Jadi sebelumnya kami telah melakukan pelatihan kepada para bidan kesehatan dan sudah bersertifikasi khusus pemasangan IUD dan implan jadi masyarakat tidak perlu ragu untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi,”jelasnya.

Hermalina menyampaikan implan IUD dipasang dari dalam rahim sementara dan Implan dari lengan jadi tentunya sangat aman. Dari sisi SDM kemampuan sangat tidak diragukan.

Sementara itu Amelia Ibo Amd, Kepala Seksie Jaminan ber-KB menyampaikan, masyarakat lebih tertarik dengan MKJP tersebut karena pemasangan implan tersebut dengan jangka waktu 3 tahun untuk Implan dan IUD 7-10 tahun. Jadi tentunya lebih mudah untuk ibu-ibu dibandingkan dengan pemasangan suntik atau meminum pil dengan jangka waktu bulan.

“Jadi saat ini lagi gencar-gencarnya untuk pemasangan KB di setiap fasilitas kesehatan,”katanya.

Disisi lain Maria salah satu pasien yang baru sekali membuka implan mengatakan, dengan kegiatan seperti ini membantu masyarakat terutama ibu-ibu muda guna menunda jarak kehamilan,” pungkasnya.(kay)