Wakil Ketua III DPRP Papua Tengah, Bekies Kogoya. (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Tengah mendorong kemandirian ekonomi orang asli Papua (OAP) melalui program pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan bagi generasi muda di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Wakil Ketua III DPRP Papua Tengah, Bekies Kogoya, S.KM., M.Kp., menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan desentralisasi yang memberikan ruang bagi daerah otonomi baru (DOB) Papua Tengah untuk mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Menurut Bekies, pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan merupakan langkah strategis untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi generasi muda.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan pola pikir agar masyarakat tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga berani membangun usaha secara mandiri.

“Putra-putri daerah tidak harus semuanya antre menjadi PNS atau ASN. Peluang untuk mencari rezeki dan membangun kesejahteraan sangat luas di berbagai sektor usaha mandiri. Melalui pelatihan vokasi ini, kami ingin melahirkan wirausahawan baru yang andal,” ujar Bekies, Kamis (15/10).

Ia menegaskan, pengembangan keterampilan harus disertai dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam penyediaan fasilitas, akses permodalan, dan tempat usaha bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.

Karena itu, sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan DPRP Papua Tengah dinilai penting untuk memastikan program vokasi tidak berhenti pada pemberian pelatihan, tetapi berlanjut hingga peserta mampu mengembangkan usaha dan memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.

“Dulu kendalanya adalah kurangnya fasilitas dan modal. Kini, setelah mereka dibekali keterampilan, pemerintah juga harus siap memfasilitasi modal dan tempat usaha. Kami di dewan sangat mendukung kebijakan ini agar anak-anak asli Papua bisa mandiri, maju, dan bersaing secara positif,” jelasnya.

Bekies berharap, pengembangan pendidikan vokasi yang didukung pembangunan balai latihan kerja dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran di Papua Tengah.

Selain meningkatkan kompetensi generasi muda, program tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong tumbuhnya wirausaha lokal.

Dengan dukungan pelatihan yang tepat dan akses terhadap sumber daya usaha, generasi muda Papua Tengah,

khususnya orang asli Papua, diharapkan mampu memanfaatkan potensi daerah untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)