TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua Tengah akan menggencarkan fogging (pengasapan) di semua rumah warga terutama di wilayah dengan angka penularan malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) tinggi.

Meski penggunaan fogging hanya efektif untuk mengentaskan nyamuk dewasa saja, sehingga abatisasi pun kerap dilakukan agar dapat membunuh larva atau jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti sehingga dapat mencegah siklus perkembangbiakan larva menjadi nyamuk dewasa.

“Ini dilakukan agar jangan sampai nyamuk-nyamuk ini hanya setengah mati saja, melainkan siklus perkembangan dari nyamuk-nyamuk tersebut memang benar-benar dapat terputus secara keseluruhan”.Demikian diungkapkan Bupati Mimika Johannes Rettob saat menghadiri kegiatan di Lt. 5 Hotel Horison Diana, Senin (1/7/2024).

Mengenai kapal mulai fogging, pihak Dinkes sementara menunggu obat fogging.

Menurut dia, fogging merupakan salah satu langkah yang ditempuh mengingat angka penularan malaria dan DBD sudah di atas 30 persen.

Ini tentu mengkhawatirkan, apalagi dengan intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, akan memicu tingginya angka kasus malaria.

“Karena kendala yang dihadapi pemerintah, banyak pasien malaria yang tidak patuh minum obat. Yang terjadi selama ini, pasien merasa sembuh sehingga tidak mengkonsumsi obat malaria sesuai dosis yang diharuskan, akibatnya malaria sering kambuh,” terangnya.

Padahal, terkait ini sudah sering disosialisasikan oleh pihak Dinkes melalui petugas Puskemas (PKM)  terkait tuntas minum obat malaria, namun masih saja diabaikan pasien. (ela)