TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) selaku penyedia beasiswa Tomawin menyelenggarakan Basic Life Skill Training (BLST) bagi para penerima beasiswa yang tersebar di berbagai sekolah dan universitas di Pulau Jawa dan Sulawesi.

Kegiatan selama lima hari sejak Rabu (11/10) hingga Sabtu (14/10/2023) dilangsungkan  di Bumi Perkemahan Situ Gunung, Desa Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat.

Adapun 39 anak Amungme penerima beasiswa Tomawin ikut dalam kegiatan tersebut, yakni 20 siswa SMA/SMK, dan 19 orang mahasiswa.

“Para siswa dan mahasiswa ini menempuh pendidikan di beberapa kota berbeda seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Magelang, Salatiga dan Manado”.

Demikian rilis yang diterima media ini dari pengelola beasiswa Tomawin pada Senin (16/10).

Dijelaskan, program BLST ini dilaksanakan dengan tujuan       membentuk pribadi putra-putri Amungme yang berkarakter, berkualitas, mandiri, bermartabat dan inklusif dengan misi membina.

Selain itu, program ini pun dimaksudkan untuk mengembangkan potensi para peserta demi hidup yang bernilai, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Adapun beragam kegiatan BLST kali ini, semuanya bermuara pada tujuan di atas.

Dimana, kegiatan-kegiatan yang diikuti para peserta meliputi pengembangan mental, spiritual dan karakter pribadi dan peningkatan kemampuan kerja sama dan menghargai orang lain.

Semua peserta antusias berpartisipasi dalam ibadah pagi, olah raga, games, dan menyelami materi-materi yang dipresentasikan untuk memperkenalkan PTFI sebagai pemberi beasiswa Tomawin secara lebih dekat.

Semua program dari pelaksanaan BLST hingga akhir berjalan dengan lancar dan baik.

Dari kegiatan BLST juga disediakan buku panduan yang diharapkan jadi pedoman dan rules bagi para penerima beasiswa Tomawin.

Pedoman bagi siswa dan mahasiswa penerima beasiswa Tomawin ini berlaku dua tahun.

“Harapan kami BLST ini dapat memberikan motivasi bagi anak-anak dalam menyelesaikan studi. Biar mereka belajar dan pulang dengan hasil yang baik, dan bekerja di perusahaan atau instansi pemerintah di seluruh Indonesia, khususnya di Papua. Kami percaya 10 tahun ke depan mereka menjadi orang-orang hebat di tanah kelahirannya sendiri,” demikian dikatakan Lita Karubaba, perwakilan PTFI saat menyampaikan harapannya dari program BLST.

Sementara itu, Herry Omaleng, salah satu penerima beasiswa yang mengikuti kegiatan BLST menyampaikan apreasiasi kepada PTFI karena telah memberikan kesempatan bagi mereka untuk menimba ilmu di lembaga-lembaga pendidikan terbaik di luar Papua.

Ia berharap agar kegiatan seperti ini terus dilakukan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Freeport yang sudah memberikan kesempatan bagi kami. Saya harap dapat mencapai cita-cita dan menjadi orang sukses, dan kembali membangun tanah Papua,” ungkap pelajar SMA UPH College Tangerang ini.

Setelah BLST di Sukabumi bagi anak-anak Amungme penerima beasiswa Tomawin selesai, mereka pun kembali ke kota studinya masing-masing sejak Sabtu (14/10) hingga Minggu (15/10).

Untuk diketahui, PTFI sendiri menyediakan beasiswa untuk pendidikan anak-anak mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai perguruan tinggi.

Bantuan beasiswa ini merupakan investasi sosial yang dapat memberikan dampak bagi Indonesia, khususnya Papua di masa depan.(*/vis)

FOTO BERSAMA – Pengelola beasiswa Tomawin foto bersama anak-anak Amungme peserta kegiatan BLST
MENDIRIKAN HONAI – Anak-anak peserta beasiswa Tomawin mendirikan honai dari kegiatan BLST.
KESEIMBANGAN – Salah satu peserta BLST melatih keseimbangan berjalan di atas tali yang dipegang oleh beberapa rekannya.
GEMBIRA – Anak-anak Tomawin terlihat gembira mengikuti BLST.
RAKIT – Anak-anak Tomawin membuat rakit dari binen karet dan bambu saat mengikuti BLST.
API UNGGUN – Anak-anak Tomawin memegang api unggun dalam kegiatan BLST
FOTO BERSAMA – para pengelola foto bersama anak-anak Tomawin usai kegiatan BLST.
MENULIS – Anak-anak Tomawin menulis harapan serta cita-cita diakhir  mengikuti BLST