Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau. (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Ketua DPR Kabupaten Mimika (DPRK), Primus Natikapereyau, menyerukan kerja sama lintas provinsi untuk menangani kabut asap yang menyelimuti wilayah Mimika.
Kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran lahan di wilayah Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Primus mengatakan, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat Mimika, tetapi juga sejumlah wilayah lain di Provinsi Papua Tengah.
Karena itu, penanganan perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah hingga ke wilayah sumber kebakaran.
“Sumber kebakaran bukan berada di wilayah Kabupaten Mimika, melainkan di Provinsi Papua Selatan, sehingga penanganannya perlu kerja sama lintas provinsi,” katanya.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk mengupayakan pemadaman api di titik-titik kebakaran.
Primus juga mengusulkan agar para kepala daerah terkait duduk bersama membahas dukungan anggaran untuk penanganan kebakaran.
Selain itu, ia meminta agar opsi hujan buatan turut dipertimbangkan sebagai salah satu upaya mengatasi kabut asap.
“Kita tidak boleh hanya menunggu keajaiban dari Tuhan untuk memadamkan api, melainkan harus melakukan upaya manusiawi bersama-sama melalui komunikasi lintas wilayah untuk memadamkan titik-titik api yang ada,” ujarnya.
Di sisi lain, Primus menekankan pentingnya langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Ia meminta Dinas Kesehatan dan instansi terkait memastikan pembagian masker kepada warga serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Ia juga mengimbau masyarakat menghindari pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi kabut asap.
Menurut Primus, kebijakan sementara meliburkan sekolah yang telah ditetapkan Bupati Mimika merupakan salah satu langkah untuk melindungi anak-anak dari paparan asap.
DPRK bersama Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap sekaligus mendorong penyampaian usulan kerja sama penanganan kepada pemerintah tingkat provinsi.
Primus mengimbau masyarakat tetap waspada, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari pembakaran lahan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Mimika. (*)









Tinggalkan Balasan