Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu. (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan pangan sebanyak 78 ton untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah Distrik Tembagapura, khususnya Kampung Tsinga dan Aroanop, Papua Tengah.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sesuai instruksi Bupati Mimika guna membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat kekeringan.

“Untuk Aroanop sudah kita distribusikan bulan lalu. Hari ini kami kirim empat flight untuk Tsinga dan besok juga akan dikirim empat flight lagi,” ujarnya.

Pengiriman bantuan ke Kampung Tsinga sempat tertunda akibat kabut asap dan situasi keamanan di wilayah tersebut.

Pemerintah distrik kemudian berkoordinasi dengan manajemen PT Freeport Indonesia serta aparat TNI-Polri untuk memastikan kondisi keamanan dan kelayakan landasan sebelum pesawat mendarat.

Dev mengapresiasi dukungan PT Freeport Indonesia yang membantu proses pengiriman bantuan melalui penerbangan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika yang memberikan informasi mengenai kondisi landasan di Tsinga.

“Ketika Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa bandara aman, pesawat bisa mendarat pagi ini untuk membawa bantuan,” katanya.

Bantuan Beras, Minyak Goreng hingga Kebutuhan Dapur

Dev menjelaskan, total bantuan pangan yang disiapkan untuk masyarakat di wilayah Tembagapura dan sekitarnya mencapai 78 ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 ton dialokasikan untuk wilayah Tembagapura dan kampung-kampung di sekitarnya.

Sementara sekitar 30 ton lainnya diperuntukkan bagi masyarakat Kampung Tsinga dan Aroanop.

Bantuan pangan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) berupa beras dan minyak goreng.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mimika akan melengkapi bantuan dengan kebutuhan pangan lainnya, termasuk telur dan bumbu dapur.

“Untuk bantuan pangan nasional dari Bulog, yang disalurkan adalah beras dan minyak goreng. Setelah ini bantuan dari pemerintah daerah akan kami salurkan, termasuk telur dan bumbu-bumbu dapur,” ungkapnya.

Pemerintah Distrik Tembagapura akan melanjutkan distribusi secara bertahap hingga seluruh wilayah sasaran menerima bantuan.

Setelah penyaluran bantuan yang tersedia rampung, pemerintah daerah juga berencana menyalurkan bantuan tambahan.

Data Penerima di 13 Kampung Diperbarui

Selain memastikan distribusi bantuan berjalan, Pemerintah Distrik Tembagapura juga melakukan pembaruan data penerima bantuan di 13 kampung.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kesalahan penyaluran akibat data ganda maupun data warga yang telah meninggal dunia tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Dev mengatakan telah menginstruksikan seluruh kepala kampung untuk mendata kembali keluarga di wilayah masing-masing agar data penerima lebih akurat.

“Kami sudah instruksikan kepala-kepala kampung untuk mendata kembali keluarga-keluarga yang ada. Ada data ganda dan ada keluarga yang sudah meninggal tetapi masih tercatat menerima bantuan,” katanya.

Menurutnya, pembaruan data menjadi langkah penting agar penyaluran bantuan pada tahap berikutnya dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pemerintah Distrik Tembagapura berharap proses pemutakhiran data segera rampung sehingga distribusi bantuan pangan berikutnya dapat berjalan lebih tertib dan tepat sasaran. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP