DEMO – Ratusan massa KNPB Mimika menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor DPRK Mimika, Rabu (30/9/2026). Aksi tersebut mendapat pengamanan dari 200 personel gabungan Polres Mimika dan Brimob Polda Papua Tengah. (FOTO:GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Polres Mimika menyiagakan 200 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian aspirasi yang digelar massa Komisi Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika di Kantor DPRK Mimika, Rabu (30/9/2026).

Personel yang disiagakan terdiri dari anggota Polres Mimika dan Brimob Yon B Pelopor Polda Papua Tengah.

Pengamanan juga mendapat dukungan sekitar 50 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak melalui Kabag Ops AKP Yulius Harikatang mengatakan, personel ditempatkan di sekitar Kantor DPRK setelah massa dari sejumlah titik berkumpul di lokasi tersebut.

“Penempatan seluruh personel di Kantor DPRK Mimika, karena massa sudah di sini semua. Sebelumnya kami jaga per titik kumpul dan kawal mereka sampai di sini,” ujar Yulius saat ditemui di Kantor DPRK Mimika, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, penanggung jawab aksi telah menyampaikan pemberitahuan kepada Polres Mimika sehari sebelum pelaksanaan aksi.

Polisi juga telah menyampaikan imbauan agar massa menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kami sudah berikan imbauan sewaktu di titik kumpul. Silakan menyampaikan aspirasi dengan aman, kami akan kawal sampai selesai, jangan anarkis,” katanya.

Ratusan massa kemudian berjalan kaki menuju Kantor DPRK Mimika dari sejumlah titik kumpul, di antaranya kawasan depan Graha Eme Neme Yauware, Gorong-gorong, SP 1, Jeliale dan SP 3.

Pantauan di lokasi, massa terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua. Setibanya di Kantor DPRK, massa melakukan sejumlah kegiatan, termasuk tarian adat.

Massa juga membawa sejumlah atribut aksi berupa salib berwarna merah, spanduk bertuliskan Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan serta tulisan “Save Our Souls” (SOS).

Sementara itu, personel Brimob yang bertugas melakukan pengamanan menggunakan perlengkapan pengendalian massa.

Aksi tersebut dipimpin Ketua KNPB Mimika Yanto Awerkeon.

Dalam penyampaian aspirasinya, massa antara lain menuntut pencabutan Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dan Perjanjian Roma 30 September 1962.

Massa juga menyampaikan seruan kepada masyarakat Papua untuk melakukan aksi protes terkait isu kemanusiaan dan tuntutan hak politik masyarakat Papua.

Hingga berita ini diturunkan, pengamanan tetap dilakukan untuk memastikan aksi penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan aman. (via)