PENANGANAN GIZI BURUK — Puskesmas Mapurujaya memberikan makanan tambahan bagi masyarakat melalui kegiatan posyandu di wilayah pelayanan Mimika Timur. (FOTO: YESON/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Puskesmas Mapurujaya terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui pemberian makanan tambahan serta penanganan penyakit menular, khususnya malaria dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Program makanan tambahan diberikan dalam bentuk bahan pangan, seperti bubur kacang hijau, gula, telur, dan susu.

Bahan makanan tersebut kemudian diolah dan didistribusikan kepada anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia melalui kegiatan posyandu.

Kepala BLUD Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga, mengatakan program makanan tambahan telah berjalan sejak Juni hingga September 2026.

Menurutnya, program tersebut turut meningkatkan kehadiran masyarakat dalam kegiatan posyandu.

Selain pemenuhan gizi, Puskesmas Mapurujaya juga memberikan perhatian terhadap penyakit malaria dan ISPA yang masih menjadi persoalan kesehatan utama di wilayah pelayanan tersebut.

“Kasus malaria mencapai hampir 300 per bulan,” kata Onna.

Tingginya kasus malaria dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi lingkungan dan perubahan cuaca.

Sementara itu, kasus ISPA dipicu cuaca panas, kabut, serta rendahnya kesadaran masyarakat menggunakan masker.

Untuk menekan angka kasus, petugas puskesmas melakukan pelayanan secara langsung melalui kunjungan dari rumah ke rumah atau door-to-door. Penyuluhan kesehatan juga terus dilakukan di setiap kampung.

Onna menjelaskan, faktor lingkungan, seperti penggunaan air sungai dan kepadatan rumah tangga, turut meningkatkan risiko penularan penyakit.

Di sisi lain, kebiasaan merokok dan rendahnya penggunaan masker masih menjadi hambatan dalam upaya pencegahan ISPA.

“Perubahan perilaku masyarakat sulit dicapai karena sudah menjadi bagian dari kehidupan,” ujarnya.

Karena itu, Puskesmas Mapurujaya terus mendorong edukasi kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat sebagai bagian dari upaya menekan kasus malaria, ISPA, serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pemenuhan gizi. (cr-73)