DAMPINGI – Eka Kora (kanan) bersama Mama Yasinta Moiwend (tengah) didampingi kuasa hukum, TS Hamonangan Daulay (kiri) saat membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/5). Mama Sinta membuat laporang polisi terkait Film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. (FOTO:ISTIMEWA)
JAKARTA, timikaexpress.id – Nama Eka Kora menjadi sorotan publik setelah fotonya bersama Yasinta Moiwend atau mama Sinta saat berada di Polda Metro Jaya, Jakarta, beredar luas di media sosial dan sejumlah media massa.
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Eka Kora yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Pengadilan Agama Mimika menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam polemik terkait film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
Eka menjelaskan, kehadirannya bersama Mama Sinta di Jakarta terjadi secara kebetulan.
Saat itu, ia bertemu Mama Sinta yang sedang berada seorang diri dan meminta bantuan untuk ditemani.
“Saya tidak tahu-menahu soal urusan Mama Yasinta. Kebetulan kami bertemu di Jakarta dan mama sedang sendiri. Sebagai sesama orang Papua yang dimintai tolong, saya hanya menemani,” ujar Eka dalam video klarifikasi yang beredar, Selasa (2/6/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan apa pun dalam laporan yang diajukan Mama Sinta ke Polda Metro Jaya.
Menurutnya, ia hanya mendampingi tanpa memberikan pernyataan atau terlibat dalam proses pelaporan.
“Saya tidak berkomentar apa pun, tidak berbicara dalam kapasitas apa pun, dan tidak memiliki kepentingan dalam persoalan tersebut. Saya juga tidak terlibat dalam film itu,” katanya.
Eka mengaku terkejut ketika kehadirannya bersama Mama Sinta menjadi perhatian media dan kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Mama Sinta mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan terkait film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
Dalam keterangannya, ia mengaku keberatan karena merasa tidak pernah memberikan persetujuan atas penggunaan data pribadi dan penayangan dirinya dalam film tersebut.
Kehadiran Eka Kora di lokasi pelaporan kemudian memunculkan berbagai spekulasi publik yang mengaitkannya dengan polemik film tersebut.
Namun, melalui klarifikasinya, Eka menegaskan bahwa dirinya hanya membantu mendampingi Mama Sinta sebagai bentuk kepedulian sesama warga Papua dan tidak terlibat dalam substansi perkara yang sedang bergulir. (*)















Tinggalkan Balasan