Yorrys Raweyai (FOTO:DOK.PRIBADI)
JAKARTA, timikaexpress.id – Anggota DPD RI asal Papua, Yorrys Raweyai, menyoroti maraknya eksploitasi hutan di Tanah Papua, khususnya terkait proyek strategis nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan.
Ia mengingatkan agar pembangunan tidak menjadikan Papua sebagai korban, terutama dengan mengabaikan lingkungan hidup dan hak masyarakat adat.
Hal itu disampaikan Yorrys saat menanggapi berbagai isu terkait kerusakan lingkungan dan pembukaan lahan skala besar di Papua.
Menurutnya, pembukaan hutan untuk kepentingan proyek pertanian dan perkebunan harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab, karena berpotensi merusak ekosistem serta menghilangkan ruang hidup masyarakat adat.
“Yang paling parah sekarang itu dengan PSN di Merauke. Pertanyaannya, kalau hutan dibuka untuk padi dan tebu, kayu-kayu hasil pembukaan lahannya ke mana? Ini bukan lahan tandus. Ini hutan yang dibuka dan tentu merusak tatanan lingkungan serta ruang hidup masyarakat,” ujar Yorrys, Selasa (26/5/2026).
Ia meminta seluruh pihak terus menyuarakan persoalan pengrusakan hutan yang terjadi di Papua maupun wilayah lain di Indonesia.
Selain itu, Yorrys juga mengkritik pola pembebasan lahan yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat adat.
Menurutnya, masyarakat lokal seharusnya dilibatkan sebagai mitra pembangunan, bukan hanya menerima ganti rugi dengan nilai yang tidak layak.
“Penataan pola pembebasan lahan menurut saya keliru. Kenapa masyarakat tidak dijadikan mitra? Jadi ada rasa memiliki. Bukan hanya dibayar selesai dengan harga yang tidak manusiawi,” tegasnya.
Yorrys menilai pembangunan di Papua harus tetap mengedepankan prinsip keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat Papua secara berkelanjutan. (*)














Tinggalkan Balasan