Reynold Ubra (FOTO: YOSEF/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Hingga saat ini masyarakat belum terlalu dekat dengan yang namanya Posyandu.

Oleh karena itu diperlukan strategi khusus untuk menarik perhatian masyarakat.

Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Mimika menyebut pihaknya sudah mengupayakan cara jemput bola.

Misalnya duduk bersama dengan MUI, ketua-ketua klasis, paroki untuk sama-sama mendiskusikan Posyandu.

“Semua orang harus terlibat, saya yakin pasti bisa. Memang pada level-level tertentu harus bisa membuat suatu strategi marketing yang menarik. Tidak cukup dengan lomba Posyandu atau lomba balita sehat seperti biasa,” ujar Reynold Ubra saat diwawancara, Rabu (4/9).

Ia menjelaskan, Posyandu adalah salah satu pendekatan partisipasi masyarakat yang sangat baik, dan merupakan indikator kinerja pemerintah daerah secara terstruktur.

Dalam Permendagri telah diatur bahwa ketua Pelaku Kerja Operasional (Pokjanal) adalah Sekda.

Sementara Posyandu yang ada di tingkat kelurahan maupun kampung diketuai oleh Kepala Distrik.

“Ini yang harus diawasi. Hari ini sudah banyak Posyandu, tetapi yang mandiri berapa? Ada dana desa, ada otonomi khusus, posyandu kita semua masih pratama,” tambahnya.

Ia menambahkan, Posyandu yang hebat adalah posyandu level mandiri.

Hal itu bukan hanya dilihat dari dana desanya saja, tetapi keaktifannya.

Dalam 12 bulan minimal buka delapan kali.

Didukung kader posyandu dengan rasio 1 kader terhadap 50 sasaran bayi, balita maupun ibu hamil.

Cakupan imunisasi dasar lengkap, serta penerapan 5 meja.

“Saya sangat bangga dengan mama-mama kader di Posyandu. Idealnya itu satu kampung satu posyandu dengan 50 anak. Sekarang ini satu posyandu 2000, mama-mama kadernya hanya lima orang tidak bisa ke mana-mana lagi,” terangnya.

Ia mengungkapkan saat ini sudah ada SK Bupati terkait Pokjanal untuk medorong keaktifan Posyandu. Namun, untuk menjalankan program Posyandu ini diperlukan kerja sama semua pihak termasuk masyarakat.

“Dan yang bagusnya sekarang perusahaan swasta di Mimika juga sudah ambil peran untuk mengurus Posyandu,” pungkasnya. (acm)