Leonardus Tumuka (FOTO: INDRI/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Saat ini kurang lebih 40 putra-putri Kamoro, mengikuti pembelajaran non formal, di rumah singgah yang terletak di Gorong-gorong.

Leonardus Tumuka, pemilik rumah singgah, kepada Timika eXpress mengatakan, meski rumah singgah belum beroperasi secara penuh, namun sudah bisa menampung 40 anak.

“Kami memang baru lakukan peresmian, namun belum pemberkatan, tetapi meski begitu, sudah banyak anak-anak yang datang ke rumah singgah,” ujar Leonardus.

Menurut Leo, rumah singgah ini dibuka pada pukul 14.00 WIT, tujuannya, agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran secara formal di sekolah, selepas itu, barulah bisa  mengikuti pembelajaran non formal di rumah singgah.

“Di rumah singgah, kami berikan anak-anak makan siang, sambil belajar, agar mereka tidak mengikuti orang bekerja mencari karaka, atau pangkur sagu di hutan, sebab bila mereka ikut, maka anak-anak ini tidak bersekolah berminggu-minggu,”ucap Leo

Kondisi inilah, yang mendorong pihaknya untuk membangun rumah singgah, atau rumah transit, yang disesuaikan dengan karakteristik suku Kamoro.

“Kalau sudah beroperasi secara full, maka kami akan buka di pagi hari, tidak lagi jam 14.00 WIT, agar sebelum anak-anak ke sekolah mereka bisa ke rumah singgah dulu untuk sarapan barulah lanjut ke sekolah, memang konsepnya begitu, dan pastinya semua pekerja, akan  kita berdayakan seperti mama-mama Kamoro,” pungkasnya.(ela)