KHOTBAH – Pastor Amandus Rahadat, Pr menyampaikan homili (khotbah) dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang dirangkaikan dengan penerimaan Sakramen Komuni Pertama bagi 152 anak di Paroki Katedral Tiga Raja di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Minggu (7/6/2026). (FOTO:GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sebanyak 152 anak Katolik Paroki Katedral Tiga Raja menerima Sakramen Komuni Pertama dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang berlangsung di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (7/6/2026).
Sakramen Komuni Pertama merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan iman umat Katolik, ketika seorang anak yang telah dibaptis untuk pertama kalinya menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi Kudus.
Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Amandus Rahadat, Pr didampingi Pastor Silvester Bobi, Pr, dan dihadiri ratusan umat serta para orang tua keluarga peserta Komuni Pertama.
Dalam homilinya, Pastor Amandus menjelaskan makna Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang mengingatkan umat akan pentingnya makanan rohani dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengisahkan bagaimana Tuhan memberi manna kepada bangsa Israel saat berada di padang gurun sebagai makanan jasmani untuk mempertahankan hidup dalam perjalanan menuju tanah terjanji.
“Dalam bacaan hari ini kita belajar bahwa makanan jasmani memang penting, tetapi tidak cukup. Kita juga membutuhkan makanan rohani, yaitu Tubuh dan Darah Kristus yang menguatkan kehidupan iman kita,” ujarnya.
Menurutnya, umat Katolik meyakini bahwa melalui konsekrasi dalam Perayaan Ekaristi, roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
Keyakinan tersebut menjadi inti dari perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.
“Ini adalah keyakinan dasar iman Katolik. Karena itu, umat diajak tidak hanya memperhatikan kebutuhan jasmani, tetapi juga terus memelihara kehidupan rohaninya,” katanya.
Secara khusus, Pastor Amandus berpesan kepada para orang tua agar terus mendampingi dan membimbing anak-anak mereka setelah menerima Komuni Pertama dengan memberikan teladan hidup yang baik sesuai ajaran Kristus.
Ia juga mengingatkan para peserta Komuni Pertama untuk menjaga sikap dan perilaku sebagai anak-anak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan menerima Tubuh dan Darah Kristus, kalian menjadi adik-adik Tuhan Yesus. Karena itu, hiduplah sesuai teladan-Nya dan lakukan hal-hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Perayaan berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Usai homili, rangkaian liturgi dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Kudus dan penerimaan Komuni Pertama oleh 152 anak peserta yang telah mengikuti pembinaan iman sebagai persiapan menerima sakramen tersebut. (via)















Tinggalkan Balasan