FOTO BERSAMA – Calon wakil Bupati Mimika, Nomor urut 3, Yusuf Rombe (AIYE) didampingi istri, Erda Rombe, foto bersama usai meresmikan Posko Relawan Muslim AIYE, di Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Nawaripi, pada Kamis (10/10/2024). (FOTO: Linda Bubun Langi/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Nomor urut 3, Alexander Omaleng dan Yusuf Rombe (AIYE) meresmikan Posko Relawan Muslim AIYE, di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Nawaripi, pada Kamis (10/10/2024).

Yusuf Rombe Pasarrin,SAk, calon wakil bupati yang hadir meresmikan posko tersebut, mengaku sangat terharu dan bahagia, karena setiap hari selalu ada posko-posko relawan yang terus bermunculan dari seluruh kalangan masyarakat, termasuk hari ini (Kamis), relawan muslim membentuk posko di Nawaripi.

Kehadiran posko ini menambah daftar dukungan terhadap AIYE, dan tentunya semakin banyak dukungan dari masyarakat.

“Menyadari dukungan saudara- saudaraku sekalian kami semakin semangat, karena kami tidak sendiri namun masyarakat berjuang bersama-sama dengan kami,” kata Yusuf Rombe.

Dihadapan ratusan pendukungnya yang hadir, Yusuf Rombe menuturkan, sebagai sosok pengusaha, selama ini dirinya tidak pernah berpikir untuk terlibat dalam dunia politik.

Namun karena panggilan, dirinya memutuskan untuk mengabdikan diri bagi masyarakat di Mimika melalui Pilkada.

“Saya dulu datang ke Timika, hanya tas kecil. Karena diberkati di tanah ini, sekarang saya sudah bisa. Saya tidak bilang saya hebat, tetapi saya bisa lah untuk keluarga saya sendiri. Dan saatnya saya mengabdikan diri untuk daerah ini dan untuk masyarakat,” tuturnya.

Yusuf Rombe, mengaku masih banyak kekurangan selaku figur dalam kontestasi politik ini, akan tetapi kerinduan untuk bersama-sama dengan masyarakat, memajukan masyarakat, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan serta memajukan ekonomi serta infrastruktur, menjadi prioritasnya bersama bupati Alexsander Omaleng.

Kata dia, terdapat 24 visi dan misi AIYE menuju Mimika yang Mandiri, Aman, Sejahtera (MAS).

Diantaranya Kartu Mimika Pintar (KMP) yakni sejenis ATM yang berisi sejumlah dana untuk menjanin pendidikan para pelajar mulai dari SD hingga SMA dan SMK.

Kemudian inovasi dalam bidang kesehatan yakni layanan on call 24 jam, antar jemput pasien secara gratis.

Serta angkutan umum gratis.

Dikatakan, di tengah kontestasi Pilkada ini, muncul banyak spekulasi di kalangan masyarakat, bahkan ada yang mengatakan, kalau pilih AIYE itu, nanti semua proyek dikerjakan.

Namun ia menepis isu negatif ini, karena untuk pekerjaan tentunya sudah ada mekanisme yang mengatur, dan tidak bisa dimonopoli oleh satu oknum.

Di mimika lanjut dia, dalam 10 tahun terakhir selalu dalam kondisi aman, tentunya ini dibawah kepemimpinan Eltinus Omaleng. Dan itu akan dilanjutkan.

Di beberapa wilayah kabupaten lain kerap terjadi pertikaian bahkan masyarakat merasa tidak aman. Tetapi di Mimika, masyarakat boleh hidup damai, aman dan tenteram.

“Kita perlu syukuri hal itu,” tandasnya.

Menjawab pertanyaan Jumiati Abdul, salah seorang warga yang hadir dalam kesempatan itu, terkait perhatian AIYE untuk daerah pelosok seperti di Potowaiburu, karena beberapa periode kepemimpinan daerah di Timika pimpinan daerah tidak pernah berkunjung langsung.

Terkait ini, Yusuf Rombe memastikan, akan memperhatikan dan akan mengunjungi semua distrik dan kampung.

“Nantikan kami di Potowaiburu,” tegasnya.

Kata dia, hampir semua pelosok di Mimika sudah dikunjunginya termasuk Potowaiburu.

“Karna saya yang bangun lapangan terbang di sana,” katanya.

Untuk diketahui, sebelum penyampaian visi misi AIYE, peresmian posko tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan kasidah dari majelis ta’lim relawan muslim AIYE.

Bahkan majelis ta’lim ini menciptakan satu lagu untuk AIYE dengan judul “Toleransi AIYE”.

Ada pula orasi politik dari partai pendukung diantaranya Ketua Partai Ummat Mimika dan Wakil Ketua DPC Partai Buruh, Udin Waleulu.

Udin mengajak masyarakat memberikan dukungan penuh kepada AIYE dengan memastikan datang di TPS pada 37 November mendatang dengan mengajak rekan dan keluarga.

“Apa yang ditawarkan AIYE adalah sesuatu yang segar bagi kita dan jawaban dari kebutuhan mendasar kita selama ini,” katanya.

Katanya, dalam menghadapi kontestasi politik Mimika, muncul figur sentral dengan konsep pembaharuan menuju Mimika yang baru.

Namun AIYE muncul dengan aspirasi segar yang mengedepankan kepentingan rakyat.

” Alex adalah anak asli Amungme, yang memiliki hak kesulungan, dan Yusuf Rombe hadir mewakili masyarakat Nusantara,” katanya.

Ini merupakan sejarah, jawaban dari jeritan anak Mimika untuk jadi tuan di tanah sendiri.

Masyarakatlah yang menentukan pemimpin. Maka ketika masyarakat memilih, berikanlah pilihan pada orang yang amanah.

“Hasil kekayaan di Papua ini sudah saatnya kembali ke tangan masyarakat, bukan ke tangan atau rekening tikus-tikus,” tambahnya.

Pilkada di timika bukan pertama, tetapi hari ini mimika menghendaki kepemimpinan yang pro rakyat.

“Program MAS adalah visi misi bupati kita, ini yang kita butuh,” tutupnya. (Linda)