PEMERIKSAAN PASUKAN – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini melakukan pemeriksaan pasukan saat memimpin apel gelar pasukan rotasi personel Operasi Amole I di Mako Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah, Rabu (13/5/2026). (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Operasi Amole I Tahun 2026 resmi bergulir ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini di Mako Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah, Jalan Agimuga, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Mimika-Papua Tengah, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Danpas Brimob III Korbrimob Polri, Brigjen Pol. John Huntal Sarjananto Sitanggang, Karo Ops Polda Papua Tengah Kombes Pol. Adnan Ratmoro, Kepala Ops Amole I Tahun 2026 Kombes Pol. Bambang Yudho Martono, pejabat utama Polda Papua Tengah, personel TNI-Polri, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Papua Tengah menyampaikan bahwa apel gelar pasukan dilakukan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergitas seluruh unsur yang terlibat dalam Operasi Amole I Tahun 2026.

“Operasi ini merupakan langkah strategis dalam rangka menjamin stabilitas keamanan, perlindungan objek vital nasional, serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menegaskan, dinamika situasi keamanan di Papua Tengah memiliki karakteristik dan kompleksitas tersendiri sehingga diperlukan kesiapan operasional yang optimal, profesionalisme personel, serta soliditas antarinstansi.

“Kita menyadari bersama bahwa tantangan tugas ke depan tidaklah ringan. Oleh karena itu, kesiapan operasional, profesionalisme personel, serta sinergitas seluruh unsur menjadi kunci utama keberhasilan operasi,” tegasnya.

Kapolda Papua Tengah juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi ancaman dan gangguan keamanan yang dapat menghambat jalannya operasi.

Selain itu, personel diminta menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh stakeholder terkait guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

“Kedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan guna menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

Kapolda Papua Tengah turut menekankan pentingnya menjaga disiplin, soliditas, dan nama baik institusi dengan menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai citra Polri.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Amole I Tahun 2026 sangat ditentukan oleh kesiapan, dedikasi, dan loyalitas seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Saya berharap seluruh personel dapat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta melaksanakan tugas secara optimal demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif,” pungkasnya. (via)