WASPADA HOAKS – Masyarakat diminta mewaspadai flyer palsu rekrutmen CPNS 2026 yang mencatut nama Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. (FOTO: IST/TIMEX)

NABIRE, timikaexpress.id – Masyarakat Provinsi Papua Tengah diminta mewaspadai beredarnya flyer palsu terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) November 2026 yang mencatut nama Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan bukan merupakan pengumuman resmi pemerintah.

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, menegaskan bahwa flyer yang beredar di media sosial itu merupakan hoaks.

Informasi tersebut tidak berasal dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun instansi berwenang yang menangani penerimaan aparatur sipil negara (ASN).

Emanuel menjelaskan, flyer tersebut memuat klaim bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa telah mengajukan kuota CPNS lebih dari 30 ribu kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai kuota, jadwal pendaftaran, persyaratan, hingga tahapan seleksi harus mengacu pada pengumuman resmi pemerintah dan instansi berwenang.

Emanuel juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan informasi palsu tersebut oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menipu masyarakat, terutama para pencari kerja.

“Jangan sampai informasi palsu dimanfaatkan untuk melakukan penipuan, termasuk meminta uang dengan alasan pendaftaran, pemberkasan, atau menjanjikan kelulusan CPNS,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang mengaku memiliki akses khusus dalam proses penerimaan CPNS atau menjanjikan kelulusan sebagai ASN.

Untuk memperoleh informasi yang benar, masyarakat diminta mengikuti kanal komunikasi resmi Pemerintah Provinsi Papua Tengah, instansi kepegawaian terkait, Kementerian PANRB, serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Bijak bermedia sosial. Saring sebelum membagikan. Jangan mudah percaya pada informasi rekrutmen ASN yang belum memiliki dasar pengumuman resmi,” ajaknya.

Emanuel berharap masyarakat semakin kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan peluang menjadi ASN.

Ia mengingatkan agar harapan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan tidak dimanfaatkan pihak tertentu melalui penyebaran informasi palsu maupun praktik penipuan. (*)

Penulis: Yeson P. Wenda
Editor: Maurits SDP