Berita Timika

Trotoar Masih Dipenuhi Sampah, DLH Minta Kelurahan Siapkan TPS

SAMPAH – Salah satu trotoar di ruas jalan dalam Kota Timika dipenuhi sampah. (FOTO: YOSEF/TIMEX)

Aris Sampe Mambulu (FOTO : ELISA/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kesadaran masyarakat di Mimika, Papua Tengah akan penanganan sampah masih minim.

Terbukti, di sejumlah titik di Kota Timika dan sekitarnya, berbagai jenis sampah rumah tangga masih dibuang sembarangan.

Bahkan di beberapa trotoar dan pinggir jalan masih  didapati tumpukan sampah.

Meski sampah yang sengaja dibuang warga dipinggir jalan maupun trotoar tetap diangkut oleh petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun sampah yang menumpuk menggangu para pengguna jalan karena diletakan di trotoar jalanan hingga menimbulkan bau tak sedap.

Jefri Deda, Plt. Kepala DLH Mimika, mengatakan, setiap hari petugas pengangkut sampah terus menyisir jalan-jalan dalam Kota Timika dan sekitarnya untuk mengangkut sampah demi menjaga kebersihan kota.

“Dari situasi ini menunjukkan kalau masih banyak masyarakat seenaknya membuang sampah sembarangan. Tidak sedikit juga warga yang mengeluh, mereka buang sampah di trotoar karena Tempat Pembuangan Sementara (TPS) jauh dari tempat tinggal mereka,” kata Jefri Deda kepada Timika eXpress di Pusat Pemerintahan (Puspem) SP 3, Senin (3/7).

Menyikapi ini, Jefri Deda menegaskan, TPS di masing-masing kelurahan bukan tanggung jawab DLH, melainkan pihak kelurahan setempat.

“Jadi penempatan TPS ditentukan oleh pihak kelurahan, sedangkan kami (DLH-Red) hanya memastikan mengangkut sampah di setiap sudut Kota Timika. Kalau kami yang tentukan titik TPS pasti timbul penolakan dari warga, sehingga kami selalu imbau pihak kelurahan untuk tentukan titik TPS. Sekalipun di hutan kita tetap angkut sampahnya kalau sudah ada koordinasi,” katanya.

Lebih lanjut kata Jefri, pihaknya pun sudah mensosialisasikannya ke masyarakat termasuk solusi mengatasi sampah dengan menyiapkan truk pengangkut sampah di sejumlah ruas jalan dalam Kota Timika dan sekitarnya mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIT.

“Yang kami amati selama ini, tingkat kesadaran dan pola kebiasaan masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah, makanya masih banyak sampah menggunung di pusat kota.

“Saya heran juga warga, kita sudah sosialisasikan tapi tidak ada kesadaran. Kita mau tindaklanjut tapi bukan kewenangan kami, Satpol PP yang harus tegakkan Perda agar warga tidak lagi buang sampah sembarangan,”tutupnya.

Sementara itu, Aris Sampe Mambulu, SE selaku Kepala Seksi Pengolahan Sampah pada DLH Mimika kepada Timika eXpress, Senin kemarin, mengungkapkan, sejauh ini belum ada lahan resmi milik pemerintah yang dijadikan TPS di masing-masing kelurahan maupun distrik.

Meski demikian, pihak DLH telah melayangkan surat ke setiap pemerintah distrik sekitar dua bulan lalu agar disiapkan lahan untuk dijadikan TPS.

“Kami layangkan surat dan minta setiap kelurahan menyediakan lahan, nanti dari Dinas Pertanahan yang bayar pembebasan lahan untuk TPS,” paparnya.

Adapun permintaan penyediaan lahan dengan ukuran minimal 20 X 25 meter agar di dalam lahan tersebut pun bisa dilakukan pemilahan sampah.

“Supaya sampah yang tidak punya nilai ekonomis kita bawa ke TPA, sedangkan yang ada nilai ekonomis kita bawa ke bank sampah di SP1 dan SP3, juga ada di Jalan Hassanudin,” sebutnya. (acm/kay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button