LUMPUHKAN – Tampak kedua korban saat dilumpuhkan oleh Koops Habema di Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Selasa (5/8) (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Komando Operasi (Koops) Habema berhasil melumpuhkan dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam penyergapan di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Selasa (5/8) sekitar pukul 16.30 WIT.
Salah satu yang tewas dalam operasi tersebut adalah Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, yang diketahui menjabat sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua sejak 2016.
Penyergapan dilakukan setelah Koops Habema menerima informasi intelijen terkait keberadaan Mayer Wenda.
Saat hendak ditangkap, Mayer bersama rekannya melakukan perlawanan bersenjata, sehingga aparat mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.
Keduanya tewas di tempat. Rekan Mayer yang ikut tewas diduga adalah adiknya, Dani Wenda.
Jenazah keduanya telah dievakuasi ke RSUD Wamena untuk proses identifikasi lebih lanjut, dan pihak aparat telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa:
1 pucuk senjata revolver beserta 24 butir amunisi, 2 keping KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda, 2 unit ponsel (Vivo dan Oppo), uang tunai Rp 65.000, dan 1 buah noken
Berdasarkan catatan kepolisian, Mayer Wenda memiliki rekam jejak panjang dalam aksi kekerasan bersenjata:
10 September 2012: Membunuh anggota Polres Tolikara dan merampas senjata api dinas.
27 November 2012: Terlibat pembakaran Mapolsek Pirime dan pembunuhan berencana di Lanny Jaya.
28 Juli 2014: Menghadang patroli Polri di Distrik Indawa dan melakukan pencurian serta penganiayaan.
Panglima Koops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan di wilayah Papua menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Setiap ancaman terhadap masyarakat dan keutuhan NKRI akan ditindak tegas sesuai hukum. Prioritas kami adalah menciptakan rasa aman dan damai bagi warga Papua,” tegasnya. (via)















Tinggalkan Balasan