Pdt. Anton Wamang (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Konflik antara dua kelompok warga di Kwamki Narama, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang sempat terjadi pada 14 Oktober 2025, akhirnya berakhir damai.
Tokoh agama setempat, Pdt. Anton Wamang, mengatakan bahwa kedua kelompok yang sempat terlibat bentrokan telah sepakat untuk mengakhiri konflik dan menjaga situasi tetap kondusif.
“Saya imbau kepada seluruh masyarakat di Kwamki Narama agar tidak lagi mengangkat panah, karena kami sudah berdamai,” kata Pdt. Anton di Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Selasa (21/10).
Ia menegaskan, tokoh agama, tokoh adat, serta Pemerintah Distrik Kwamki Narama terus berupaya memulangkan warga dari Beoga dan Ilaga, Kabupaten Puncak, yang sebelumnya turun dan ikut terlibat dalam konflik tersebut.
“Aktivitas pemerintahan dan gereja tetap berjalan seperti biasa. Kalau masih ada yang mengangkat panah, itu bukan tanggung jawab kami dan akan diserahkan kepada pihak kepolisian, karena kami sudah berdamai sejak Sabtu kemarin,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuebu, menyampaikan bahwa pertemuan mediasi kedua telah menghasilkan kesepakatan damai antara kedua kelompok.
“Kami akan membuat surat pernyataan untuk memulangkan massa ke wilayah Tembagapura, Beoga, dan Puncak besok, 22 Oktober 2025. Saat ini Kwamki Narama sudah aman dan damai, aktivitas pemerintah dan masyarakat berjalan lancar,” jelasnya.
Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki, membenarkan bahwa kedua pihak telah menyatakan komitmen untuk berdamai.
“Kami dari Polsek Kwamki Narama dan Polres Mimika sudah satu minggu melakukan pengamanan di wilayah ini, dan kini kedua belah pihak resmi sepakat untuk damai,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian akan meningkatkan patroli dan kegiatan sambang masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami akan terus melakukan patroli serta menyampaikan imbauan Kamtibmas agar Kwamki Narama tetap aman dan damai,” pungkasnya. (via)















Tinggalkan Balasan