SILATURAHMI – Freeport bersilaturahmi dengan alumni UGM yang bekerja di Freeport, di Rimba Papua Hotel, Timika, Kamis (24/7) malam (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id –  Sebanyak 236 alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini tercatat bekerja di PT Freeport Indonesia (PTFI), salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.

Dari jumlah tersebut, empat alumni menduduki posisi strategis di jajaran top manajemen perusahaan.

Kehadiran para alumni ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara UGM dan Freeport Indonesia, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, program magang, kolaborasi riset, hingga pembukaan akses kerja bagi lulusan UGM di industri pertambangan yang telah beroperasi hampir 60 tahun di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, mengaku bangga atas kiprah para alumni di PTFI. Menurutnya, kontribusi alumni di sektor industri pertambangan menjadi bukti nyata kualitas lulusan UGM yang bekerja sesuai dengan kompetensi dan profesionalisme masing-masing.

“Kerja sama dengan alumni di Freeport dapat terus dikembangkan, terutama dalam hal pengembangan SDM, pemberian beasiswa, serta kolaborasi di bidang CSR dan pemberdayaan masyarakat. Potensi ini sangat luar biasa,” ungkap Prof. Ova saat bersilaturahmi dengan alumni UGM yang bekerja di Freeport, di Rimba Papua Hotel, Timika, Kamis (24/7) malam.

Salah satu alumni, Vice President Tax PTFI, Mukhlis Ishak, membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan di UGM.

Lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis angkatan 1991 ini mengaku lulus tahun 1997 karena aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan.

“Saya aktif di Senat Mahasiswa dan ikatan BEM Ekonomi se-Indonesia. Bahkan sempat mengikuti program student exchange di Singapura. Masa kuliah adalah waktu yang sangat membentuk karakter dan jaringan saya,” kenangnya.

Mukhlis menyampaikan rasa bangganya terhadap UGM yang hingga kini tetap mempertahankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebuah program pengabdian masyarakat yang mulai dikurangi atau diganti di banyak kampus lain.

“KKN adalah salah satu ciri khas UGM yang membanggakan. Program ini memberi kesempatan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat. Di desa, mahasiswa dianggap serba bisa, itu tantangan sekaligus kebanggaan,” ujarnya.

Mukhlis berharap kolaborasi antara UGM dan Freeport dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak lulusan UGM yang diterima bekerja di PTFI.

“Tugas kami sebagai alumni adalah membangun jejaring dan mendorong sesama alumni agar ikut berpartisipasi dalam proses rekrutmen yang dilakukan perusahaan secara berkala,” harapnya.

Senada, Vice President Corporate Communication PTFI, Katri Krisnati, juga menyampaikan kebanggaannya sebagai alumni UGM.

Lulusan Program Studi Arsitektur tahun 1997 ini menilai UGM berhasil mencetak lulusan dengan etos kerja dan dedikasi tinggi dalam berkarya untuk masyarakat. (*/)