Sabelina Fitriani (FOTO:YOSEF/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Sabelina Fitriani, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) menyebutkan, ternak babi yang mati akibat virus African Swine Fever (ASF) di Mimika mencapai 1.091.

Data tersebut berdasarkan laporan yang diterima dinas dari empat distrik yang ada di Mimika yakni Mimika Baru, Wania, Kwamki Narama dan Kuala Kencana.

“Khusus di Kwamki Narama dan Kuala Kencana ini masih berupa spot (titik) kecil tapi sudah masuk,” kata Sabelina Fitriani saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/2).

Dikatakan, sejauh ini di dua wilayah awal yakni Mimika Baru dan Wania terjadi penambahan titik peternakan yang terserang ASF.

“Harapannya ini sudah puncak, karena (angka kematian ternak) sudah 1000 lebih, mungkin yang tidak dilaporkan lebih dari itu,” tuturnya.

Langkah pencegahan yang dilakukan oleh dinas katanya, masih sama dengan yang beberapa waktu dilakukan yakni pemberian gratis disinfektan, serum ScoVet, vitamin dan vaksin Hog Cholera, baik mode suntik maupun yang dicampur makanan, kemudian mengimbau masyarakat untuk mengubur bangkai babi.

“Diharapkan masyarakat tidak membuang bangkai Babi di sungai karena itu akan terus membuat virus menyebar dan tidak akan selesai, virus juga tidak akan mati, kalau masyarakat masih membuang di tempat sembarangan,” jelasnya.

Berkaitan dengan penguburan Pemkab Mimika dalam hal ini Disnakkeswan juga telah menyiapkan lokasi penguburan. Peternak hanya tinggal menghubungi petugas dinas kapan peternak ingin menguburkan bangkai babi.

Ditanya soal kapan kira-kira pandemi ASF akan berakhir, ia menekankan hal itu bisa terjadi apabila peternak di daerah yang masih zona hijau menjaga babi mereka dengan terus menerapkan penyemprotan kandang dengan disinfektan serta memberikan serum ScoVet, vitamin dan vaksin Hog Cholera yang diberikan gratis oleh dinas.

“Seperti Kuala Kencana, Mimika Timur maupun Kwamki Narama (Kuala dan Kwamki Narama ada titik) harus betul-betul menjaga babinya, kemudian saran kita untuk terus penyuntikan serum, saya melihat masyarkat sudah berkurang (permintaan serum) apakah mereka putus asa? Tapi untuk yang (babinya) masih sehat harus ambil serum dan kita siapkan vaksin Hog Cholera juga, untuk upaya peningkatan anti bodi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bagi peternak yang babinya masih sehat diharapkan melakukan penyuntikan serum dan vaksin Hog Cholera.

“Mudah-mudahan (vitamin yang disiapkan dinas) dalam satu atau dua hari ini sudah datang yah karena kita kehabisan stok, saya harapkan masyarakat yang babinya masih sehat bisa melakukan penyuntikan,” tutupnya. (acm)