TEMUI WARGA – Bupati Mimika Johannes Rettob menyalami warga saat mengunjungi Distrik Kwamki Narama, Kamis (8/1/2026), sebagai bagian dari upaya mendorong dan meneguhkan proses perdamaian pascakonflik. (FOTO: ISTIMEWA)

TIMIKA, timikaexpress.id – Bupati Mimika Johannes Rettob turun langsung menemui warga dari dua kelompok yang sebelumnya terlibat konflik di Distrik Kwamki Narama.

Dalam lawatannya, Kamis (8/1/2026) petang, Bupati Mimika memberikan peneguhan dan memastikan proses perdamaian berjalan.

Bupati Mimika didampingi Pendeta Lukas Hagabal dan Giman Magai dalam kunjungan tersebut.

Ia menegaskan kehadirannya semata-mata untuk mendorong rekonsiliasi dan memastikan situasi keamanan kondusif.

“Saya turun ke masyarakat hari ini hanya dengan satu tujuan, yaitu memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa kita semua, pemerintah, kepolisian, dan kedua kelompok sungguh-sungguh ingin berdamai,” ujar John Rettob di sela kunjungan.

Ia menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama perwakilan kedua kubu yang bertikai.

Selain memberikan peneguhan, Bupati juga memantau langsung kesiapan dan posisi aparat keamanan di lapangan.

“Saya datang memastikan bahwa situasi aman, melihat bagaimana pasukan bekerja, pos-pos pengamanan, dan kesiapan aparat secara keseluruhan,” katanya.

Bupati Mimika kembali menegaskan bahwa kedua belah pihak telah menyatakan kesediaan untuk berdamai.

Pemerintah daerah, kata dia, akan memfasilitasi pertemuan lanjutan guna memperkuat kesepakatan tersebut.

“Kesepakatan damai dari kedua pihak sebenarnya sudah ada. Sekarang saya ingin memastikan kembali, apakah betul kedua pihak siap berdamai. Kalau sudah siap, maka kita masuk ke tahap selanjutnya sesuai kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pertemuan lanjutan dijadwalkan digelar di Rumah Jabatan Bupati, yang akan diikuti dengan penandatanganan pernyataan sikap damai secara tertulis.

“Kita akan buat surat pernyataan bersama. Yang penting ada sikap resmi bahwa perdamaian ini benar-benar disepakati,” tutup Bupati John Rettob. (via)