Drh Sabelina Fitriani (FOTO: ELISA/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Mimika menyatakan persediaan (stok) telur ayam di Mimika stabil.
Kepala Disnak-Keswan, drh. Sabelina Fitriani, menyebut rata-rata stok per hari mencapai 14 ton, termasuk tambahan pasokan telur sebanyak 2-3 ton.
Dari persediaan yang ada, ini tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Mimika, melainkan menjawab kebutuhan beberapa kabupaten tetangga, yaitu Asmat, Keppi, dan beberapa lainnya.
Guna memastikan stok telur ayam terpenuhi dan aman, Sabelina Fitriani kepada Timika eXpress, Senin (3/2/2025), mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sana dengan
Asosiasi Peternak Telur.
“Kerja sama yang kami lakukan,yaitu membangun delapan posko penjualan telur ayam secara langsung ke masyarakat dengan harga terjangkau, mulai Rp 70.000-73.000 per kilogram,” ujarnya.
Dengan membangun posko operasi penjualan telur, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kata Sabelina Fitriani, pihaknya pun akan memberi sanksi tegas kepada pedagang yang sengaja menjual telur dengan harga terlampau tinggi.
Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan soal kenaikan harga jual telur di pasaran, Sabelina kerap ia disapa, mengatakan kenaikan harga telur itu tidak wajar.
Ia menyebut, pedagang yang menjual telur dengan harga di atas Rp 80.000 per kilogram, itu terlampau mahal, karena harga jual telur dari peternak hanya berkisar Rp 60.000-65.000 per kilogram.
“Kalau ke depan masih ada penjual atau pedagang yang menaikan harga jual telur ayam secara sepihak, maka pihaknya tidak segan-segan memberi sanksi tegas,”pungkasnya (bob)








Tinggalkan Balasan