BANTUAN – Warga menerima bantuan bahan kebutuhan pokok di halaman Kantor Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ratusan warga mengungsi ke ibu kota distrik setelah kontak tembak terjadi di Kampung Eralmakawiya, Senin (17/8/2026). (FOTO:IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Ratusan warga dari sejumlah kampung di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengungsi ke ibu kota distrik setelah kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata terjadi di Kampung Eralmakawiya, Senin (17/8/2026).
Warga, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggalkan kampung untuk mencari tempat yang lebih aman.
Halaman Kantor Distrik Jila kini digunakan sebagai lokasi penampungan sementara.
Kontak tembak tersebut dilaporkan menyebabkan seorang prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti jumlah warga yang mengungsi maupun kapan mereka dapat kembali ke kampung masing-masing.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TNI mengirimkan 700 kilogram bahan makanan (Bama) dari Timika ke Jila.
Bama berupa beras, telur, mi instan, dan minyak goreng itu diangkut menggunakan pesawat Caravan milik TNI Angkatan Udara.
Pengiriman dilakukan melalui koordinasi Bupati Mimika Johannes Rettob, Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda, dan Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi.
Setibanya di Jila, bantuan dibagikan kepada warga di lokasi pengungsian.
Personel Koramil dan Polsek Jila turut membantu proses distribusi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mimika dan Komandan Kodim 1710/Mimika karena telah membantu masyarakat yang sedang mengungsi di Jila,” kata warga Jila, Yohana Kibak.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bantuan tersebut merupakan langkah kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan sementara warga.
“Hari ini bantuan kemanusiaan kami kirimkan dari Timika kepada masyarakat Jila yang sedang mengungsi di ibu kota distrik. Bantuan akan terus disalurkan kepada masyarakat,” ujar Johannes.
Pemerintah Kabupaten Mimika menyatakan bantuan lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga selama berada di pengungsian.
Selain pangan, kebutuhan air bersih, sanitasi, tempat tinggal sementara, dan pelayanan kesehatan juga perlu diperhatikan, terutama bagi perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan.
Sementara itu, warga masih menunggu kepastian kondisi keamanan sebelum kembali ke kampung masing-masing. (*)
























Tinggalkan Balasan