GEDUNG – Gedung Puskesmas Timika pada, Kamis (22/2). (FOTO:DOK/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Timika sepanjang Januari hingga 21 Februari 2024 tercatat telah menangani 63 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dokter Moses Untung, Kepala Puskesmas Timika, saat ditemui Timika eXpress di ruang kerjanya, Kamis (22/2) mengatakan, jumlah kasus ini turun dibanding Tahun 2023 lalu dengan periode yang sama sebanyak 125 kasus.
Katanya, potensi angka kasus DBD akan lebih banyak lagi apabila kurang menjaga pola hidup dan intervensi di masing-masing lingkungan.
“Kita berharap dengan DBD ini tidak ada kematian dan semua kembali ke pola hidup dan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan,” ucapnya.
dr Moses mengatakan, sebagi upaya menekan kasus DBD di wilayah kerjanya, Puskesmas telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk lebih gencar melakukan penanganan di masing-masing wilayah kerja. Tentu kegiatan ini akan melibatkan pemerintah distrik, kelurahan, Babinsa dan Babinkantibmas serta masyarakat, karena pengendalian DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Dinkes.
Sebelumnya pihak Puskesmas telah melakukan koordinasi lintas sektor di bulan Januari berdasarkan arahan dari Kepala Dinas Kabupaten Mimika, adapun pembahasan bertujuan mencegah penyebaran DBD, dan untuk membantu setiap kegiatan agar ada informasi, pihaknya telah membuat Grup Whatsapp.
Lebih lanjut dikatakan, jika dalam satu wilayah ditentukan kasus DBD maka tim Puskesmas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi untuk wawancara korban guna mengetahui sehingga memastikan penyebaran lokal atau penyebaran impor.
Berdasarkan laporan tersebut, selanjutanya tim Puskesmas akan melakukan survei jentik, pembagian obat pembasmi jentik (Larvasida) dan fogging atau pengasapan.
Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut juga diharapkan rutin melaksanakan 3M, menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang tidak diperlukan agar jentik nyamuk tidak ada.
dr Moses menambahkan, bisanya yang menjadi kendala dalam upaya pencegahan pengembangan nyamuk DBD itu adalah kesadaran masyarakat, karena jentik nyamuk DBD itu bukan di genangan air dan barang atau benda yang bisa menjadi perkembangbiakan jentik nyamuk.(kay)















Tinggalkan Balasan