Onna Bunga (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Sepanjang bulan Januari hingga 19 Maret 2024, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mapurujaya telah menangani 21 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Distrik Mimika Timur.

Hal itu disampaikan Kepala PKM Mapurujaya, Onna Bunga kepada Timika eXpress di Jalan Baru, Selasa (19/3) mengatakan, para pasien tersebut saat ini sedang menjalani pengobatan.

“Semenjak PKM Mapurujaya ditetapkan sebagai  Puskesmas satelit dalam penanganan program HIV AIDS mandiri beberapa waktu lalu, kami sudah temukan 21 kasus HIV AIDS selama Januari hingga saat ini,” jelasnya.

Lanjut Kepala Puskesmas, kami saat ini sedang melakukan pemantauan minum obat terhadap para pasien HIV- AIDS tersebut.

Selain itu, para petugas PKM Mapurujaya dalam setiap bulan berkunjung langsung ke kediaman pasien guna melakukan pengobatan.

“Setiap bulan itu, petugas kami turun untuk mengantar obat. Kecuali pasien yang memang ingin mengambil sendiri di Puskesmas,” jelasnya.

Tambah Kepala Puskesmas, ada beberapa pasien HIV AIDS yang juga terkena kasus TBC. Sehingga pihaknya melakukan pengobatan TBC terlebih dahulu sehingga obat HIV AIDS bisa dilanjutkan lagi. Karena ada beberapa pasien yang merasa pusing ketika sudah selesai minum obat TBC, kemudian minuman lagi obat HIV AIDS.

Selain itu, PKM Mapurujaya juga telah menemukan 12 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama bulan Februari hingga Maret 2024.

“Jadi selama Februari hingga Maret, kita tangani 12 kasus DBD yaitu anak-anak 8 orang dan dewasa 2 orang. 12 pasien tersebut ada 1 orang di Kampung Kaugapu, Hiripau 1 orang, Poumako 3 orang, Kelurahan Wania 1 orang, Mware 1 orang, Tipuka 1 orang dan 4 orang diluar wilayah pesisir,” jelasnya.

Petugas PKM Mapurujaya turun langsung ke kampung-kampung ketika mendapat informasi adanya DBD di wilayah Distrik Mimika Timur.

“Kita akan turun melakukan pemeriksaan jentik-jentik nyamuk disekitar rumah pasien, kemudian melakukan fogging dengan jarak 200 meter dari bagian depan-belakang dan kiri-kanan dari rumah pasien tersebut,” jelasnya.

Kepala Puskesmas mengungkapkan, cara pencegahan HIV AIDS itu berpulang lagi ke perilaku pasien itu sendiri.

“Penularan HIV AIDS itu melalui darah dan berhubungan bandan. Kebanyakan itu kami temukan melalui berhubungan badan, sehingga kami sarankan agar selalu menggunakan alat pengaman,” ungkapnya.

Untuk DBD sendiri dilakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tidak boleh ada genangan air, karena pasti terdapat jentik-jentik nyamuk DBD dan malaria.

“Kita sudah sering melakukan penyuluhan-penyuluhan dan edukasi terkait kebersihan kampung dan rumah masyarakat agar terhindar dari DBD maupun malaria,” jelasnya. (glt)