PIMPIN– Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga saat memimpin rapat Lokakarya Mini Lintas Sektor, Rabu (31/1). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Puskesmas Mapurujaya menggelar rapat lokakarya mini lintas sektor bersama Tripidis Mimika Timur, kepala sekolah TK-SD se-Mimika Timur, kepala kampung, tokoh pemuda dan agama di wilayah Distrik Mimika Timur.

Rapat tersebut digelar di ruang Aula Puskesmas Mapurujaya, pada Rabu (30/1), dipimpin Kepala Puskesmas Mapurujaya, Onna Bunga dan dihadiri oleh Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tanggu Ate, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Ipda Wiklif S. Rumere, Danki Kompi Senapan A 757/GV, Lettu. Inf Irdo Agus Prabowo, perwakilan Koramil 1710-07/Mapurujaya, Sertu Yulianus Nampe, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Martina S. Magai serta ibu-ibu kader se-Mimika Timur.

Onna Bunga, dalam sambutannya mengatakan, Puskesmas Mapurujaya sebelumnya masih akreditasi madya.

“Pada Tahun 2019, kita mendapatkan peringkat Madya. Kemudian pada tanggal 7, 8, dan 9 Desember 2023 telah dilakukan penilaian reakreditasi dan mendapatkan peringkat utama,” jelasnya.

Lanjut Onna, masih banyak masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan. Sehingga semua warga diharapkan kedepannya sudah harus memiliki JKN.

Selain itu, pelayanan Puskesmas Mapurujaya meliputi Kampung Mware, Tipuka, Kaugapu, Hiripau, Poumako dari Cendrawasih hingga ke Poumako Pelabuhan dan Kelurahan Wanita.

“Pelayanan kesehatan di wilayah Poumako terkadang mengalami kendala, karena banyak orang mabuk,” jelasnya.

Tambah Onna, ada wacana Dinas Kesehatan kedepannya akan membangun dua Puskesmas di Kampung Hiripau dan Poumako. Selain itu, ada juga dua klinik yang akan dibangun di Kampung Mware dan Kaugapu. Sedangkan unuk sekolah-sekolah, akan diberikan vitamin dan obat tambah darah kepada siswi perempuan.

Ditambahkan, terdapat 12 indikator pelayanan kesehatan di Puskesmas Mapurujaya seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, kesehatan Balita 12-59 bulan, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes mellitus, pelayanan kesehatan penderita gangguan jiwa, pelayanan kesehatan orang dengan terduga TB, dan pelayanan kesehatanorang dengan resiko terinveksi HIV.

Martina Magai dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengatakan, perlu adanya kerja sama lintas sektoral. Sehingga kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.

“Kesehatan itu sangat mahal. Oleh sebab itu diharapkan adanya kerjasama yang baik supaya kesehatan masyarakat di Mimika Timur bisa ditingkatkan kedepannya.

Sementara itu, pada kesempatan itu juga Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tanggu mengatakan, sumber masalah kesehatan di Distrik Mimika Timur yaitu minuman beralkohol buatan lokal yang sudah sangat meresahkan dan membuat banyak masalah.

“Hal ini kembali lagi pada kesadaran masyarakat itu sendiri. Masyarakat sudah dampaknya, sehingga kalau bisa dihentikan agar tidak dapat menimbulkan masalah kedepannya,” jelasnya. (glt)