TANDATANGAN: Engel Enoch, Vice President Community Relations & Social Responsibility PTFI saat menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinkes Mimika di Rimba Papua Hotel pada Jumat (15/12). (FOTO: YOSEF/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk renovasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Nayaro di Rimba Papua Hotel, Jumat (15/12).
Engel Enoch, Vice President Community Relations & Social Responsibility PTFI mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PTFI dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sebagai salah satu komitmen dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui kerjasama ini, PTFI akan melakukan renovasi bangunan Pustu seluas 16,5m x 9m dengan item pekerjaan pembongkaran dan pemasangan dinding baru, pekerjaan plafon, lantai, pengecatan dinding luar dan dalam, pembuatan tandon air dan intalasi pipa, serta penyediaan ruang laktasi.
“Kami mengucurkan dana sekitar Rp 1 Miliar untuk proses ini, mulai dari pekerja hingga bahan-bahan yang diperlukan untuk renovasi,” katanya.
Dikatakan, fasilitas baru yang akan dibangun melalui kerjasama ini adalah ruang penyimpanan sampah medis dengan luas bangunan 3m x 4m. Renovasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dinas Kesehatan berkomitmen untuk menyediakan sarana, prasarana, obat-obatan, dan tenaga kesehatan sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kerjasama ini merupakan bagian dari komitmen PTFI untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memberikan pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar area PTFI.
Ia menambahkan pihaknya memilih Pustu Nayaro karena wilayah itu termasuk dalam salah satu dari 5 daerah terdampak pertambangan PTFI, selain gedung yang kurang memadai, sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan pun kurang maksimal.
“Pelayanan (kesehatan) itu ada tapi kelihatannya kurang maksimal karena kondisi (gedungnya) perlu di renovasi,” ujarnya.
Akses menuju Nayaro juga menjadi salah satu alasan membantu renovasi Pustu Nayaro.
“Agak kesulitan juga bagi bapak ibu dari Pemkab untuk masuk di wilayah operasi kalau belum ada PKS, jadi ini (PKS) akan jadi jembatan, untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan disana karena itu dilakukan kerjasama ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Martina Siska Magai, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan mengatakan, adanya PKS memudahkan Pemkab Mimika untuk bisa mengakses Nayaro.
“Kita Pemkab ini agak susah untuk bisa masuk kesana, kita kerjasama dengan PTFI ini baru bisa kesana, karena alasan keamanan, jadi memang harus kolaborasi,” tuturnya.
Pun begitu, menurutnya masih ada petugas kesehatan dari Dinkes yang bertugas di Nayaro. Khusus penempatan tenaga kesehatan di Nayaro akan dikoordinasikan dengan Puskesmas Timika sebab lokasi tersebut masuk wilayah kerja mereka.
“Gedung itu memang sudah lama dan tidak layak, jadi memang harus renovasi makanya berkolaborasi dengan PTFI,” ungkapnya.
Perlu diketahui, Nayaro merupakan salah satu kampung yang menjadi sasaran program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Selain program kesehatan, PTFI melakukan berbagai program ekonomi di Nayaro seperti perkebunan sagu, budidaya sayuran, serta memberikan dukungan transportasi bagi masyarakat untuk beraktifitas di Kota Timika, termasuk untuk memasarkan hasil kebun mereka. (acm)















Tinggalkan Balasan