TIMIKA, timikaexpress.id – Program pembangunan dari kampung ke kota yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong mulai menunjukkan hasil nyata.

Melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2025, setiap distrik mendapat alokasi tujuh unit Rumah Layak Huni (RLH).

Di Distrik Hoeya, pembangunan tersebut diwujudkan di Kampung Jinoni.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika telah merampungkan tujuh unit RLH yang kini ditempati tujuh Kepala Keluarga (KK).

Rumah-rumah itu berdiri sederhana namun layak, menjadi awal kehidupan baru bagi warga di wilayah pegunungan yang selama ini minim sentuhan pembangunan.

Salah seorang penerima manfaat, Jhoni Uamang, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.

“Rumah ini adalah jawaban doa kami,” ujarnya.

Kepala Distrik Hoeya, Yeteni Tabuni, memastikan pembangunan RLH tahun anggaran 2025 telah selesai sepenuhnya dan dimanfaatkan masyarakat.

Namun, ia menilai kebutuhan rumah layak masih tinggi.

“Tahun ini harus ditambah lagi. Kalau bisa sampai 20 unit. Di Distrik Hoeya, satu rumah sering ditempati lima sampai tujuh kepala keluarga,” katanya.

Meski baru tujuh unit, pembangunan RLH di Kampung Jinoni menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus membuka harapan baru bagi warga pegunungan Mimika. (red)