Kompol Saidah Hobrouw (FOTO:GREN/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Jajaran Polsek Mimika Baru (Miru) hingga kini masih terus melakukan penyelidikan terhadap bayi laki-laki yang di buang di Kompleks Waker, tepatnya dekat Jembatan Waker, Kabupaten Mimika, Propinsi Papua Tengah pada Senin (26/2) lalu.
Kompol Saidah Hobrouw, Kapolsek Mimika Baru kepada Timika eXpress di Graha Eme Neme pada Kamis (29/2) mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kedua orang tua bayi malang tersebut.
“Kami melakukan penyelidikan di klinik-klinik bersalin dan lokasi disekitar TKP, mungkin ada masyarakat yang melihat secara langsung ataupun berpapasan saat bayi tersebut dibuang, tetapi hingga kini kami belum menerima informasi apapun. Sehingga kami akan terus melakukan pengembangan kedepannya,” jelasnya
Lanjut Kapolsek, kondisi bayi saat ini sedang dirawat di ruang NICU RSUD Mimika. Bagi orang ataupun pihak-pihak yang ingin mengadopsi bayi tersebut silahkan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial dan RSUD Mimika dengan ketentuan-ketentuan secara administrasi maupun ketentuan hukum yang terkait dengan pengadopsian anak-anak.
Sementara itu, Kapolsek Mimika Baru menegaskan bagi siapa yang menelantarkan anak ada undang-undang yang dijeratnya, sebab ada undang-undang perlindungan anak.
“Siapapun dia yang menelantarkan anak, ada jeratan hukuman untuk pelaku tersebut yaitu undang-undang perlindungan anak,” jelasnya.
Dikatakannya, pihaknya sudah melakukan pendalaman dibeberapa klinik bersalin terkait perempuan yang melahirkan ataupun waktunya mendekati melahirkan bayi tersebut, namun belum ada. Tapi kalau dilihat dari lokasi bayi ditemukan, kemungkinan besar ibu bayi tersebut tidak melahirkan di klinik ataupun rumah sakit.
Kapolsek berharap, semua masyarakat di Timika, jika mendapatkan informasi terkait keberadaan kedua orang tua bayi tersebut agar bisa langsung melapor ke Polsek Mimika Baru.
“Kalau ada masyarakat menemukan ataupun mendengarkan informasi terkait identitas orang tua ataupun pelaku yang menaruh bayi tersebut di TKP, tolong diinformasikan dengan cepat kepada kami. Karena selama ini kami belum mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan kedua orang tua ataupun pelaku,” tuturnya. (glt)













Tinggalkan Balasan