BERSAMA – Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman bersama Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan dan Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah Kompol Umbu Sairo saat memberikan keterangan pers di Pendopo Bupati Mimika, SP 3, Jumat (9/1/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Polres Mimika menyiagakan aparat keamanan dengan kekuatan penuh untuk mengamankan prosesi perdamaian konflik saudara di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, yang dijadwalkan berlangsung Senin (12/1/2026) pukul 10.00 WIT.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, didampingi Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan dan Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah Kompol Umbu Sairo, mengatakan personel akan disiagakan hingga hari pelaksanaan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami tetap menempatkan personel sampai hari H. Pasukan standby di lokasi dengan kekuatan penuh,” ujar Kapolres usai pertemuan bersama Pemkab Mimika dan Pemkab Puncak di Pendopo Bupati Mimika, SP 3, Jumat (9/1).

Selain penempatan personel di sejumlah pos pengamanan, kepolisian juga mengintensifkan patroli dialogis kepada masyarakat, khususnya terkait larangan membawa senjata tajam.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membawa parang, panah, atau senjata tajam lainnya. Jika ada, agar dititipkan kepada aparat demi menjaga kamtibmas menjelang perdamaian,” jelasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat Distrik Kwamki Narama tetap beraktivitas seperti biasa tanpa membawa senjata tajam.

“Apabila kedapatan membawa senjata tajam, akan kami sita,” tegasnya.

Selama konflik berlangsung, Polres Mimika telah mengamankan sebanyak 30 orang. Berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, mereka tidak diproses hukum, melainkan menjalani pembinaan.

“Namun jika ditemukan tindak pidana lain di luar konflik, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (via)