Iptu Fajar Zadiq (FOTO: ASTRID/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resor Mimika dibantu Satgas Damai Cartenz untuk menelusuri keberadaan DPO Roy Marten Howay yang kabur dari Lapas Kelas II B Timika beberapa waktu lalu.
Iptu Fajar Zadiq, Kasat Reskrim Polres Mimika menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait keberadaan Roy namun masih terus didalami.
“Kita akan terus dalami terkait keberadaan roy, sehingga kita bisa segera mendapatkan dia,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/11).
Dirinya berharap, Roy segera ditemukan dan tidak melakukan perlawanan.
“Kita harap bisa segera menemukan keberadaannya. Dan sebaiknya menyerahkan diri secara baik,” ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi kepada pihak keluarga untuk antisipasi jangan sampai menyembunyikannya.
“Masih terus koordinasi dengan pihak keluarga agar secepatnya diserahkan ke polisi,” ujarnya.
Diberita sebelumnya, empat narapidana (Napi) Lapas Kelas II B Timika kabur dengan cara menggunting kawat lalu memanjat tembok pada Sabtu (21/10) sekitar pukul 19.00 WIT.
Berdasarkan data yang diterima Timika eXpress salah satu pelaku ialah Roy Marthen Howay alias Roy yang merupakan Napi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap 4 warga Nduga di Timika beberapa waktu lalu.
Roy kabur bersama tiga Napi lainnya yaitu YN alias Yang sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan, ACW Bin Iwak alias Iwak kasus pengeroyokan dan MA alias Martinus yang dipenjara atas kasus pencurian.
Kalapas Kelas II Timika, Marthen Bake Palinoan mengatakan, satu Napi berinisal MA alias Martinus yang telah berhasil ditangkap, namun Roy dan dua Napi lainnya sementara dalam pencarian polisi.
“Mereka kabur bersamaan dengan cara melompat pagar, tapi sebelumnya mereka gunting dulu kawat di samping blok Mambruk setelah itu kabur,” katanya.
Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan dari mana Roy mendapatkan gunting yang dipakai menggunting kawat. Namun anggota Satreskrim Polres Mimika telah melakukan olah TKP dan akan melanjutkan penyelidikan.
“Kita sering melakukan sweeping setiap barang milik semua Napi, tapi saat ini kita tidak bisa pastikan darimana Roy dapatkan gunting yang dipakai untuk potong kawat itu,” ujarnya. (ine)













Tinggalkan Balasan