TUNJUKKAN – AKBP I Gede Putra, Kapolres Mimika didampingi Iptu Fajar Zadiq, Kasat Reskrim Polres Mimika dan Ipda Hempy Ona, Kasie Humas Polres Mimika serta anggota Satreskrim saat menunjukkan barang bukti milik pelaku dalam press rilis yang dilaksanakan di Mako Polres 32 pada Kamis (4/1). (FOTO: RINA/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Kepolisian Resor Mimika mengungkap motif pembunuhan seorang nenek bersama cucunya di kompleks salah satu sekolah dasar di Jile Yale, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Senin (1/1) lalu adalah karena perselisihan hingga membuat pelaku emosi dan tega menghilangkan nyawa kedua korban.

“Jadi dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku YW, memang keduanya sempat berselisih hingga akhirnya pelaku emosi dan melakukan perbuatan yang tidak sesuai ketentuan,” ungkap AKBP I Gede Putra, Kapolres Mimika didampingi Iptu Fajar Zadiq, Kasat Reskrim Polres dan Ipda Hempy Ona, Kasie Humas Polres Mimika serta anggota Satreskrim saat menggelar press release di Mako Polres Mimika 32 pada Kamis (4/1).

Dan pada saat kejadian, kata Kapolres, cucunya korban berinisial AMK (4) menangis dan pelaku ikut menganiayanya hingga tewas.

“Pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga. Dan YW sendiri masih berstatus belum bekerja ini dan tinggal tidak jauh dari rumah korban,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan, pelaku tadi pagi telah menyerahkan diri ke Polsek Kuala Kencana.

“Pelaku takut karena dikejar polisi sehingga datang sendiri ke Polsek untuk menyerahkan diri,” katanya.

Adapun barang bukti yang ditemukan di TKP yaitu sendal, parang, pisau, pakaian korban dan pelaku. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.

Dalam press release tersebut, Kapolres juga memberikan apresiasi kepada pihak Reskrim Polres Mimika yang sudah berupaya maksimal dalam mengungkap kasus ini.

“Saya juga ucapkan terima kasih banyak kepada tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang dari awal kejadian sampai terungkapnya kasus ini sangat berkontribusi dan betul-betul mempercayakan kepada kami pihak kepolisian untuk melakukan penanganan terhadap kasus ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (1/1) seorang nenek bersama cucunya menjadi korban aksi pembunuhan oleh OTK.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan menantu korban, saksi menyampaikan sekitar pukul 05.30 WIT sempat mengantarkan makanan ke rumah Wena Kogoya.

Sesampainya di rumah korban, ia pun masuk ke dalam kamar dan melihat kedua korban masih tertidur lantaran situasi masih gelap.

Saksi kemudian tidur disamping cucu korban, namun pada saat memegang kepala korban saksi merasa tangannya basah.

Ia pun langsung melihat tangannya dan langsung menjerit histeris setelah tahu bahwa itu adalah darah korban.

Saksi kemudian berlari keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar. (acm)