FOGGING – Petugas saat melakukan fogging untuk membasmi nyamuk malaria di Distrik Mimika Timur. (FOTO:DOK/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Mapurujaya selama Februari 2024 menangani 5 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Distrik Mimika Timur.
“Lima kasus (pasien) DBD ini terkonfirmasi ada di Kampung Kaugapu, Hiripau, dan Kampung Mware,” ujar Onna Bunga, Kepala PKM Mapurujaya kepada Timika eXpress di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) SP3 pada Senin (26/2/2024).
Ia menyebut pasien DBD yang terkonfirmasi ini semuanya telah menjalani perawatan dan pengobatan.
Dalam upaya penanganan dan penangulangan DBD, pihaknya menginteskan fogging (pengasapan), khususnya di tiga kampung dimanan ditemukan DBD, serta edukasi masif soal pencegahan DBD kepada masyarakat di lima kampung dan satu kelurahan di Distrik Mimika Timur.

Selain DBD, PKM Mapurujaya juga menangani 10 jenis penyakit, dimana malaria masih mendominasi. Berdasarkan data Januari 2024 PKM Mapurujaya menangani sebanyak 230 kasus malaria.
Dibandingkan dengan periode yang sama Januari 2023 lalu, kasus malaria hanya terpaut 5 kasus.
“Kalau awal Januari 2024 kami tangani 230 kasus malaria, pada periode yang sama di Bulan Januari 2023 tercatat 235 kasus,” terangnya.
Dijelaskannya, kasus malaria tertinggi terkonfirmasi di tiga wilayah Distrik Mimika Timur, yaitu Kampung Mware, Kaugapu dan Kelurahan Wania.
“Untuk rata-rata (angka) kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Wania tidak ada kenaikan, masih diangka 200 an kasus per bulan,” ungkapnya.
Sementara itu, 9 jenis penyakit lainnya yang ditangani sejak Januari lalu, diantaraya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 184 kasus, 67 kasus common cold, vulnus 64 kasus, 41 kasus grastitis dan abses 26 kasus.
Adapula hipertensi esensial sebanyak 25 kasus, myalgia 24 kasus, 21 kasus diare dan celfagia tercatat 17 kasus.
Khusus upaya pencegahan dan minimalisasi kasus malaria, tenaga medis PKM Mapurujaya secara intens melakukan sosialisasi dan penyuluhan, termasuk membagikan kelambu anti nyamuk dengan menyasar lima kampung dan satu kelurahan di wilayah setempat.
“Kita setiap Hari Selasa dan Jumat setiap minggu turun ke 5 kampung (Kampung Mware, Kaugapu, Hiripau, Poumako dan Kampung Tipuka) serta Kelurahan Wania dengan intens lakukan upaya-upaya pencegahan malaria serta memberi penyuluhan pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat agar terhindar dari malaria serta penyakit lainnya,” jelas Onna kerap ia disapa.
Menurut Onna, hal utama yang harus diterapkan oleh masyarakat Mimika Timur adalah pola hidup bersih dan sehat.
“Pola hidup bersih dan sehat ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” pesannya. (acm)















Tinggalkan Balasan