PENDAMPINGAN – Pustakawan Madya Perpusnas RI, Cintia Septiani, saat memberikan pendampingan rekatalogisasi koleksi buku di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Selasa (20/10/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Sebanyak 6.000 buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika mulai dibenahi melalui digitalisasi data dan rekatalogisasi.
Langkah ini dilakukan karena sebagian koleksi belum tercatat secara lengkap dalam aplikasi perpustakaan.
Pembenahan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Bahan Perpustakaan selama tiga hari dengan menghadirkan Pustakawan Madya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Cintia Septiani, S.Hum., sebagai narasumber.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Jalan Hasanuddin, Timika, Selasa (20/10/2026).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Firom Balinal Mom, S.H., M.H., mengatakan sebagian koleksi buku selama ini masih dikelola secara manual dan belum tercatat dalam aplikasi perpustakaan.
“Sejak perpustakaan ini ada, buku-buku tersebut belum pernah dimasukkan ke dalam aplikasi. Selama ini pengelolaannya masih manual. Karena itu, kami mendatangkan narasumber dari Perpusnas untuk memberikan pembelajaran kepada staf tentang cara menginput data buku ke dalam sistem,” ujar Firom.
Melalui pendampingan tersebut, pengelolaan koleksi diharapkan menjadi lebih tertata.
Masyarakat juga nantinya dapat lebih mudah mencari buku berdasarkan kode koleksi dan lokasi penyimpanannya di rak.
Sementara itu, Cintia Septiani menjelaskan bahwa pembenahan meliputi reinventarisasi dan rekatalogisasi. Reinventarisasi dilakukan untuk menata kembali data inventaris koleksi, sedangkan rekatalogisasi bertujuan melengkapi informasi katalog, termasuk nomor klasifikasi dan subjek buku.
“Banyak buku yang sudah ada di rak, tetapi secara sistem belum terdata. Koleksi tersebut perlu diinput ke dalam pangkalan data. Sementara buku yang sudah terdata, tetapi informasinya belum lengkap atau penomorannya masih terlalu umum, perlu diperbarui,” jelas Cintia.
Menurutnya, penomoran yang lebih spesifik akan membantu petugas maupun pengunjung menemukan buku sesuai subjeknya.
Dengan begitu, proses pencarian koleksi di perpustakaan dapat berlangsung lebih mudah dan terarah.
Cintia menambahkan, sekitar 6.000 buku menjadi sasaran input atau pelengkapan data.
Sementara itu, sebagian koleksi lain yang telah tercatat dalam aplikasi masih memerlukan penyempurnaan, terutama pada bagian penomoran.
Firom berharap pembenahan ini dapat meningkatkan ketertiban pengelolaan koleksi sekaligus memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan di perpustakaan.
Ia juga mengajak pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana menambah pengetahuan.
“Kami mengajak masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah hingga mahasiswa dan masyarakat umum, untuk datang dan membaca buku di perpustakaan. Kalau ingin menjadi orang hebat dan pemimpin yang baik, salah satu sumber pengetahuannya adalah membaca buku,” katanya.
Firom menambahkan, pihaknya juga telah mengunjungi sejumlah sekolah sebagai upaya mendekatkan layanan bahan bacaan kepada peserta didik. (*)









Tinggalkan Balasan